SEMARANG, Detikzone.id — Politeknik Bina Trada (Polbitrada) Semarang resmi mewisuda 50 mahasiswa pada Wisuda ke-4 yang digelar di lantai 4 Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Sabtu (22/11/2025).
Direktur Polbitrada Semarang, Mugiyanto, S.Sos., M.M., dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa 50 wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi: Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sebanyak 16 lulusan, Teknologi Elektromedik 11 lulusan, serta Teknologi Bank Darah 23 lulusan.
Dari keseluruhan peserta wisuda, 42 di antaranya meraih predikat Dengan Pujian, sementara 8 lainnya lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lompatan Kualitas dan Prestasi Kampus
Mugiyanto menjelaskan bahwa Polbitrada terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Setelah beberapa tahun berada di Klaster Binaan, kampus ini naik ke Klaster Pratama pada awal 2025, dan kini berhasil menembus Klaster Madya pada November 2025.
Peningkatan kualitas kampus didukung oleh penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, optimalisasi Laboratorium OSCE, serta kerja sama magang dengan PMI, rumah sakit, klinik, dan laboratorium kesehatan.
Di bidang pengembangan SDM, Polbitrada mengirim satu dosen menempuh pendidikan doktoral, serta mencatatkan lima dosen yang lulus sertifikasi profesi pada tahun 2025.
Sementara itu, mahasiswa aktif mengikuti berbagai kegiatan pengabdian masyarakat bersama PMI, termasuk program hibah di Kabupaten Banjarnegara dan Demak.
Menurutnya, tingkat penyerapan lulusan Polbitrada di dunia kerja cukup tinggi, bahkan sejumlah alumni sudah diangkat sebagai pegawai PPPK di berbagai rumah sakit daerah.
Dalam amanatnya, Mugiyanto menegaskan bahwa gelar Sarjana Terapan maupun Ahli Madya tidak hanya sekadar tanda kelulusan, tetapi menjadi awal tanggung jawab baru untuk berkontribusi dalam pelayanan kesehatan.
“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari babak kehidupan yang sesungguhnya. Dunia kerja menuntut kompetensi teknis sekaligus integritas, etika, dan semangat belajar seumur hidup,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi, terutama digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), yang kini menjadi bagian dari tuntutan industri kesehatan.
Kampus, lanjutnya, terus memperkuat pembelajaran berbasis teknologi dan memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai mitra.
Laboratorium OSCE yang diresmikan tahun ini menjadi salah satu fasilitas strategis dalam pembelajaran.
Melalui laboratorium tersebut, mahasiswa dapat mempraktikkan alur pelayanan kesehatan secara komprehensif, mulai dari kedatangan pasien hingga proses pencatatan dan penanganan.
Ketua Yayasan Bina Wiyata Mandiri, Drs. Yudi Wibowo, SE, turut memberikan pesan penting kepada para lulusan. Ia menegaskan bahwa keunggulan akademik tidak akan berarti banyak tanpa integritas dan jaringan yang kuat.
“Kapasitas diri harus terus ditingkatkan. Orang pintar tapi tidak memiliki jaringan akan kesulitan. Begitu pula orang yang tidak menjunjung kejujuran, itu sudah bukan zamannya lagi,” tegasnya.
Yudi mengapresiasi capaian akademik mahasiswa Polbitrada yang dinilainya sangat baik.
“IPK para lulusan bagus-bagus. Ada yang mencapai 3,9 dan rata-rata di atas 3,4. Dari 50 lulusan tahun ini, sekitar 40 persen sudah bekerja sebelum wisuda,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Polbitrada sampai saat ini masih mendapat dukungan besar dari PMI. Namun pihak yayasan berkomitmen mendorong kampus menuju kemandirian operasional.
“Secara bertahap kita dorong agar Polbitrada mampu mandiri. Target kami pada 2029, kampus ini sudah dapat memenuhi kebutuhan operasionalnya sendiri,” ungkapnya.
Dengan penguatan kualitas akademik, peningkatan kompetensi dosen, perluasan kerja sama, serta komitmen terhadap integritas, Yudi optimistis Polbitrada akan semakin siap mencetak lulusan terbaik yang mampu bersaing di dunia kerja dan berkontribusi bagi penguatan sektor transfusi darah di Indonesia.
Penulis : Mualim







