FGD Bahas Strategi Pelestarian Produk Seni Sumenep, Desa Jadi Titik Awal Pendataan

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan di Jawa Timur. Kekayaan seni tradisi yang hidup di tingkat desa maupun di pusat kabupaten tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat.

Hal ini menjadi sorotan Tim Riset Universitas Al Amien Prenduan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Jumat (21/11/2025). FGD ini mengantar penelitian mereka berjudul “Evaluasi Kebijakan Pendataan dan Pelestarian Produk Seni di Kabupaten Sumenep: Analisis Efektivitas dan Rekomendasi Kebijakan Publik Distributif”.

Luthfatul Qibtiyah, anggota tim riset, menekankan pentingnya pendataan yang sistematis. “Jumlah kelompok seni meningkat setiap tahun, tapi sayangnya pendataannya belum komprehensif. Ini membuat pengembangan dan pelestarian seni menjadi kurang optimal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai solusi, tim riset merekomendasikan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai pedoman teknis pelaksanaan Perda Nomor 18 Tahun 2018. Perbup ini diharapkan mengatur alur pendataan, mekanisme pelatihan, pembagian peran antarinstansi, pendanaan, hingga indikator keberhasilan pelestarian seni.

Pendataan yang berjenjang, menurut Luthfatul, menjadi kunci keberhasilan. Desa menjadi titik awal pengumpulan data komunitas dan jenis kesenian, kecamatan berperan sebagai agregator, sementara kabupaten berfungsi sebagai pusat integrasi.

“Dengan sistem ini, kita bisa mengidentifikasi seni yang berpotensi punah, mengarahkan pelatihan dengan tepat, serta memastikan distribusi sumber daya lebih merata,” tambahnya.

FGD dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disbudporapar), Bappeda, Dinas Sosial, dan Diskominfo Kabupaten Sumenep. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk melindungi dan mengembangkan produk seni tradisi secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu
Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan
Akselerasi Pengawasan Digital,24 Kecamatan di Probolinggo Targetkan Adopsi SiDesa-SAE Pekan Depan
Fraksi PAN DPRD Sumenep Dorong Solusi Permanen Krisis Air Bersih, Infrastruktur dan Pendidikan Masuk Skala Prioritas
Bupati Fauzi Reshuffle 31 Pejabat, Kolaborasi dan Integritas Jadi Kunci Majukan Sumenep
Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden
Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Wakil Ketua DPRD Dul Siam Dorong Lompatan Besar Pariwisata, Sumenep Tak Boleh Hanya Kaya Potensi

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:34 WIB

Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:05 WIB

Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:36 WIB

Akselerasi Pengawasan Digital,24 Kecamatan di Probolinggo Targetkan Adopsi SiDesa-SAE Pekan Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:35 WIB

Fraksi PAN DPRD Sumenep Dorong Solusi Permanen Krisis Air Bersih, Infrastruktur dan Pendidikan Masuk Skala Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:46 WIB

Bupati Fauzi Reshuffle 31 Pejabat, Kolaborasi dan Integritas Jadi Kunci Majukan Sumenep

Berita Terbaru