Blitar., Detikzone.id – Aksi seorang pelajar di Kota Blitar menjadi perbincangan hangat setelah kedapatan mengubah tulisan pada tas ransel bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Tas yang semula bertuliskan slogan resmi daerah, “Blitar Keren”, terlihat diubah menjadi “Blitar Kere” oleh pelajar tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di kawasan lampu merah perempatan Jalan Tanjung–Pakunden, salah satu persimpangan tersibuk di Kota Blitar. Saat itu, pelajar yang mengendarai sepeda motor tampak membawa tas bantuan dengan tulisan yang sudah dimodifikasi. Foto dan rekaman singkat kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mengundang banyak komentar.
Dalam foto yang beredar, huruf “n” pada kata “Keren” tampak disamarkan dan diubah sehingga membentuk kata “Kere”. Aksi tersebut menimbulkan tafsir beragam karena mengubah makna slogan resmi pemerintah menjadi istilah yang bernada satir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Respons publik pun bermunculan. Sebagian warganet menilai tindakan itu sebagai bentuk kritik spontan atau ekspresi ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Namun, tak sedikit pula yang memandang modifikasi tersebut sebagai tindakan kurang pantas, mengingat tas tersebut merupakan fasilitas bantuan dari Pemkot yang seharusnya dijaga dan digunakan sebagaimana mestinya.
Sejumlah warga menilai aksi tersebut mungkin hanya candaan pelajar, tetapi tetap perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah maupun orang tua. Mereka berharap remaja lebih memahami konsekuensi dari tindakan yang bisa dengan cepat viral di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Blitar belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya edukasi kepada pelajar mengenai etika penggunaan fasilitas bantuan pemerintah serta bijak dalam mengekspresikan pendapat di ruang publik.
Fenomena ini menjadi contoh bagaimana simbol pemerintahan, seperti slogan daerah, dapat menjadi objek kritik atau sindiran di era digital, terutama ketika perhatian publik dapat muncul hanya dari satu foto yang viral.
Penulis Bas
Penulis : Bas






