SUMENEP – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai dasar negara kepada generasi penerus bangsa, khususnya di lingkungan pendidikan.
Di SDN Pasongsongan I Sumenep, semangat kebangsaan tersebut disuarakan oleh Mariyatul Qiptiyah.
Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar hafalan dalam pelajaran, tetapi harus benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, toleransi, dan rasa saling menghargai harus ditanamkan sejak dini agar membentuk karakter generasi yang berakhlak dan berjiwa nasionalis.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus dihidupkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah sebagai tempat utama pembentukan karakter bangsa. Dunia pendidikan, kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Mariyatul Qiptiyah berharap, momentum Hari Lahir Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa untuk terus menjaga persatuan, saling menghormati, dan memperkuat semangat kebangsaan sejak usia dini.
“Jika nilai-nilai Pancasila tertanam kuat sejak sekarang, maka generasi kita ke depan akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan cinta tanah air,” terangnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di SDN Pasongsongan I menjadi refleksi bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.








