Bupati Pemalang :  Tidak Ada Area Parkir di Trotoar City Walk Usai Diresmikan

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa nantinya tidak akan ada area parkir di trotoar sepanjang jalur utama City Walk Pemalang. Area ini akan dikhususkan bagi pejalan kaki dan pedagang kaki lima untuk menciptakan suasana yang lebih tertata dan lancar.

Dinas Perhubungan telah menyiapkan lokasi khusus sebagai area parkir pendukung di sekitar kawasan City Walk.

Jalur utama City Walk dirancang sebagai area pedestrian murni, bebas dari kendaraan yang parkir di badan jalan untuk menghindari kemacetan dan mengutamakan kenyamanan pengunjung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Daerah menegaskan tidak akan ada kendaraan yang parkir di atas pedestrian City Walk Kabupaten Pemalang setelah nantinya ikon baru wajah kota itu diresmikan.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menyampaikan bahwa peresmian City Walk di Jalan Jenderal Sudirman diperkirakan akan dilaksanakan pada pertengahan atau akhir Desember 2025.

Proyek City Walk yang menelan anggaran miliaran rupiah itu saat ini memasuki tahap finishing, termasuk tambahan pekerjaan untuk penyempurnaan.

Demi kelancaran proses pembangunan, sebagian kendaraan untuk sementara dipersilahkan parkir di atas trotoar agar tidak menghambat aktivitas perekonomian.

“Ya pasti kita tata semuanya, sekarang masih pembangunan jadi sabar.” ujar Anom Widiyantoro beberapa waktu lalu

“Kalau ada yang parkir disana kan biar tidak mengganggu proses pembangunan dan lalu lintas, kalau sudah diresmikan pasti kita tindak kalau melanggar,” tegasnya.

Soal sorotan publik dan penolakan yang sempat muncul, ia optimis penataan wajah kota itu akan berdampak baik bagi perkembangan ekonomi dan pembangunan daerah.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DPU-TR Pemalang, Yugo Pranoto menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) proyek City Walk dilaksanakan selama 100 hari.

Waktu 100 hari tersebut terhitung mulai 15 Juli hingga 11 Desember 2025. Proyek pemeliharaan Jalan Jenderal Sudirman itu dilaksanakan dengan anggaran mencapai Rp 16,8 miliar.

“Kalau sesuai SPK kita mulai 15 Juli dan berakhir 11 Desember, atau terhitung 150 hari pekerjaan. Setelah sebelumnya kita bangun obyek jalur penunjang di Jalan Sindoro, Kelurahan Mulyoharjo,” tuturnya.

Terpisah, Andi Rahmad Seorang warga Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang kota yang juga seorang aktifis, menyayangkan dengan rencana penataan lahan parkir oleh Pemerintah Daerah setelah Citywalk diresmikan nanti,

“Jika kendaraan ruas jalan Citywalk penataannya nanti diparkir pada kedua sisi jalan, yang ada jalan akan menjadi sempit dan mobil besar juga susah melewatinya,” ungkap Andi, pada Senin ( 1/12 ).

Dirinya juga mencemaskan kondisi lalulintas jalan di pemukiman padat penduduk semakin semrawut semenjak proyek Citywalk berjalan,

“Semenjak diberlakukan sistem oneway ( lalulintas satu arah), beberapa
Jalan di daerah pemukiman padat penduduk,seperti Tangkuban Perahu di kelurahan Mulyoharjo menjadi ramai, penuh sesak, jika pagi ratusan sepeda motor dan Mini Bus serta Colt elp melewati jalan pemukiman, jika agak siang Truk muatan pasir dan tanah urug yang melewatinya, hal ini tentu berbahaya untuk anak yang tinggal disekitarnya, dan juga bukan untuk peruntukannya
Seharusnya setiap proyek yang akan diadakan juga dipikirkan kajiannya sebelum dilakukan” tutupnya agak sewot.( Ragil).

Berita Terkait

Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa
Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif
Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun
Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C di Desanya
Digitise Innovations Gandeng STMIK Tazkia, Gelar Business Coaching “Praktek Langsung dari Nol” untuk Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49 WIB

Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:11 WIB

Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:46 WIB

Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual

Berita Terbaru