Apa Makna Dibalik IKRAR Ksatria Bhayangkara? ini kata Ketua Umum FORKOGAKUM!

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Tasrif H M Saleh SH MH Ketua Umum FORKOGAKUM

Dr Tasrif H M Saleh SH MH Ketua Umum FORKOGAKUM

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Apel Kasatwil 2025 bertempat di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 24-26 November 2025 bulan kemarin.

Apel Kasatwil Polri semakin sakral dan penuh Khidmat karena acara puncak ialah ikrar Khasatria Bhayangkara. Ikrar dan sumpah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Forkogakum), Dr. Tasrif M Saleh, SH MH mengapresiasi dan menyoroti secara khusus acara puncak Apel Kasatwil Polri 2025 tersebut karena mengandung makna sangat simbolik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apel Kasatwil Polri kita apresiasi, karena Ikrar Ksatria Bhayangkara mengandung makna simbolik yaitu komitmen moral institusi dan anggota Polri untuk berbenah dan lebih baik,” kata Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Desember 2025.

Lanjut akademisi Universitas Jayabaya ini, secara simbolik ikrar Ksatria Bhayangkara tersebut sebagai respon atas desakan dan tuntutan publik untuk reformasi di tubuh Polri. Ikrar tersebut memberikan pesan bahwa Polri berkomitmen untuk lebih baik.

Bahkan Tasrif mengatakan ikrar Ksatria Bhayangkara meletakan fondasi moral dan komitmen bahwa reformasi Polri berdasarkan aspirasi masyarakat, dalam hal ini tuntutan masyarakat lebih dominan perbaikan kultural pada anggota dan institusi Polri.

Tentunya, momentum adanya Ikrar Ksatria Bhayangkara semakin menguatkan bahwa slogan Polri Presisi bukan slogan kosong tapi padat dan berisi karena diikat oleh moral dan komitmen untuk diaktualisasikan.

Untuk diketahui, ikrar Ksatria Bhayangkara sendiri berisi: “Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa, di bawah panji Merah Putih, di hadapan api perjuangan rakyat Indonesia, Kami, Ksatria Bhayangkara, berikrar. Membangun Polri yang melindungi, Polri yang melayani, Polri yang mengayomi, Polri yang dicintai dan dipercaya masyarakat”.

Proses ikar berlangsung dalam suasana gelap dan diterangi ribuan obor dengan formasi membentuk lima lingkaran konsentris mengelilingi api unggun utama.

Peserta dalam acara sakral tersebut diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, para Kapolda, para Karo Ops, serta Kapolres dari seluruh Indonesia, total lebih dari 600 peserta sesuai susunan formasi resmi kegiatan.***

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Prof Tingkes: Bedah Ekonomi Mikro dan Tantangan Kelangkaan di Era 5.0
Era Digital dan Krisis Ekologis, PWPM Jatim Mantapkan Arah Gerakan Pemuda Muhammadiyah
Sambut Nataru, Polres Semarang dan TMJ Hadirkan Pos Strong Point Baru di Jalur Tol
Said Abdullah Dorong PCNU Sumenep Jadi Mesin Perubahan dan Pelopor Perbaikan Ekonomi Umat
Tokoh Muda Jatim Sambut Antusias Terpilihnya Arum Sabil, Titip Harapan Besar untuk Masa Depan Pramuka
Optimalkan Layanan Eksternal pada Masyarakat dan APH, Rutan Pemalang Resmi Miliki PTSP
Petani di Kecamatan Randudongkal Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Hama Tikus
Debit Air Meningkat, PLTA Sepakati Pintu Bendungan Danau Maninjau Dibuka

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 00:21 WIB

Prof Tingkes: Bedah Ekonomi Mikro dan Tantangan Kelangkaan di Era 5.0

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:09 WIB

Era Digital dan Krisis Ekologis, PWPM Jatim Mantapkan Arah Gerakan Pemuda Muhammadiyah

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:47 WIB

Sambut Nataru, Polres Semarang dan TMJ Hadirkan Pos Strong Point Baru di Jalur Tol

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:20 WIB

Said Abdullah Dorong PCNU Sumenep Jadi Mesin Perubahan dan Pelopor Perbaikan Ekonomi Umat

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:50 WIB

Tokoh Muda Jatim Sambut Antusias Terpilihnya Arum Sabil, Titip Harapan Besar untuk Masa Depan Pramuka

Berita Terbaru