Pupuk Subsidi Jadi Fokus Pengawasan KP3 Sumenep

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Dalam upaya memperkuat tata kelola serta memastikan distribusi pupuk bersubsidi, nonsubsidi, dan pestisida berjalan optimal, Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumenep bersama Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke sejumlah gudang penyangga dan kios penyalur pupuk di Kecamatan Dungkek, Batuputih, dan Ambunten.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan distribusi serta terjaminnya ketersediaan pupuk sesuai kebutuhan petani, terutama menjelang musim tanam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator KP3 Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, melalui perwakilannya Musaheri, menyampaikan pesan tegas dari Plt. Sekretaris Daerah agar sepanjang tahun 2025 tidak ada masalah dalam proses penebusan pupuk bagi petani.

 “Kami ingin memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada permasalahan. Pak Sekda berpesan, 2025 ini jangan ada kendala sedikitpun. Petani harus aman dalam menebus pupuk,” ujar Musaheri saat mendampingi tim Monev, Rabu (03/12/2025).

Musaheri juga menekankan pentingnya memastikan stok pupuk di gudang penyangga dan kios tetap tersedia, mengingat tahun anggaran segera berakhir dan musim tanam tengah berjalan.

 “Jangan sampai muncul keluhan pupuk sulit, padahal stoknya ada. Kami pastikan isu-isu negatif soal kesulitan menebus pupuk tidak benar,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada pengelola PPTS di Kecamatan Dungkek, Ahmad, agar menjaga pelayanan yang kondusif serta mematuhi mekanisme penebusan baik secara individu maupun kelompok.

Dalam kunjungannya, Musaheri turut bertanya langsung kepada petani mengenai harga tebus pupuk subsidi, memastikan tidak ada kios yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Adapun HET resmi pupuk subsidi yakni:

Urea 50 kg: Rp90.000 per sak

NPK Phonska 50 kg: Rp92.000 per sak

NPK Kakao 50 kg: Rp132.000 per sak

ZA 50 kg: Rp68.000 per sak

Organik Petroganik 40 kg: Rp25.600 per sak

Perwakilan PT Pupuk Indonesia, Sahdan, menekankan agar kelompok tani aktif memahami mekanisme penebusan baik per kelompok maupun individu. Ia juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas kios yang menjual pupuk di atas HET.

Sahdan juga mengingatkan PPTS agar tidak membuat aturan di luar ketentuan yang berlaku, kecuali hal yang disepakati bersama seperti urusan transportasi yang bersifat teknis.

Dari unsur Aparat Penegak Hukum (APH), pihak kepolisian memastikan akan terus mengawal distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran dan tidak terjadi praktik nakal di lapangan.

Penulis : Red

Berita Terkait

Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu
Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan
Akselerasi Pengawasan Digital,24 Kecamatan di Probolinggo Targetkan Adopsi SiDesa-SAE Pekan Depan
Fraksi PAN DPRD Sumenep Dorong Solusi Permanen Krisis Air Bersih, Infrastruktur dan Pendidikan Masuk Skala Prioritas
Bupati Fauzi Reshuffle 31 Pejabat, Kolaborasi dan Integritas Jadi Kunci Majukan Sumenep
Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden
Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Wakil Ketua DPRD Dul Siam Dorong Lompatan Besar Pariwisata, Sumenep Tak Boleh Hanya Kaya Potensi

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:34 WIB

Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:05 WIB

Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:36 WIB

Akselerasi Pengawasan Digital,24 Kecamatan di Probolinggo Targetkan Adopsi SiDesa-SAE Pekan Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:35 WIB

Fraksi PAN DPRD Sumenep Dorong Solusi Permanen Krisis Air Bersih, Infrastruktur dan Pendidikan Masuk Skala Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:46 WIB

Bupati Fauzi Reshuffle 31 Pejabat, Kolaborasi dan Integritas Jadi Kunci Majukan Sumenep

Berita Terbaru