Proyek Raksasa Patung Karapan Sapi Sampang, Dugaan Mark Up Miliaran Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id — Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dimanfaatkan seorang pemuda Kabupaten Sampang, Rosi, untuk menyuarakan perlawanan terhadap dugaan praktik korupsi di daerahnya. Rosi secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana mark up anggaran pembuatan patung karapan sapi di Alun-Alun Trunojoyo, Kabupaten Sampang, ke Polres Sampang.

Laporan tersebut dilayangkan Rosi sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah, khususnya proyek pembangunan ikon daerah yang menelan anggaran fantastis hingga Rp 3,3 miliar untuk tiga pasang patung karapan sapi.

“Pelaporan ini kami sampaikan bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan terhadap dugaan praktik korupsi. Kami menilai ada kejanggalan serius dalam proyek patung karapan sapi Alun-Alun Sampang,” ujar Rosi Selasa (09/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rosi menyoroti adanya perbedaan mencolok antara nilai anggaran yang tercantum dalam dokumen pemerintah daerah dengan pengakuan salah satu pengrajin tembaga asal Jawa Tengah yang mengklaim sebagai pembuat patung. Pengrajin tersebut menyebut biaya pembuatan hanya sekitar Rp 150 juta per patung, jauh di bawah nilai yang dianggarkan pemerintah.

“Sangat tidak masuk akal jika selisihnya mencapai miliaran rupiah. Ini yang perlu diusut secara serius oleh aparat penegak hukum, mulai dari siapa pelaksana proyek sebenarnya, material yang digunakan, hingga aliran anggarannya,” tegasnya.

Dalam laporannya, Rosi juga mencantumkan sejumlah referensi pemberitaan media online serta keterangan pengrajin yang dinilai cukup untuk menjadi bahan awal penyelidikan oleh Kepolisian.

Ia berharap Polres Sampang, khususnya Satreskrim, dapat bertindak profesional dan transparan dalam mengusut laporan tersebut. Menurutnya, proyek patung karapan sapi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kebanggaan daerah yang seharusnya dikerjakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Jika benar ada unsur mark up dan perbuatan melawan hukum, maka kami berharap aparat tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat. Hakordia seharusnya menjadi momentum bersih-bersih praktik korupsi di daerah,” tambahnya.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges
Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak
Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih
Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga
Demi Keadilan, KAKI Minta Presiden dan Elit Negara Tak Intervensi Kasus Roy Suryo–Dokter Tifa
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Oknum Security Rusunawa Kediri Dandangan Terciduk Nyabu, Spill Chat di HP Bikin Dua Pengedar Lain Ikut Seret!

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:42 WIB

Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:22 WIB

Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:23 WIB

Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:26 WIB

Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:59 WIB

Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga

Berita Terbaru