Delapan Wartawan Jadi Korban Dugaan Kriminalisasi Istri Oknum Kades Sadeng Bogor Usai Investigasi Aktivitas Ilegal

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Tindak kekerasan terhadap delapan jurnalis dari berbagai media kembali terjadi pada 14 Desember 2025 di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini terjadi saat para jurnalis tengah menggali kebenaran informasi terkait dugaan aktivitas ilegal skala besar di kediaman salah satu oknum kepala desa.

Dalam kejadian tersebut, istri Kepala Desa Sadeng diduga memprovokasi masyarakat untuk melakukan tekanan terhadap jurnalis, sebagai upaya menutupi fakta dan bukti yang diungkap oleh para wartawan. Akibatnya, jurnalis diamankan oleh pihak Polsek Leuwiliang.

Setelah pemeriksaan menyeluruh dan mempertimbangkan bukti yang dimiliki jurnalis, pihak kepolisian menyatakan bahwa tuduhan terhadap para wartawan tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak terbukti secara hukum. Dengan tegas, Polsek Leuwiliang memutuskan untuk melepaskan para jurnalis yang menjadi korban dari aksi kriminalisasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investigasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh prosedur, termasuk pengamatan langsung dan verifikasi sumber informasi terpercaya. Hasilnya mengejutkan: di area sekitar rumah kepala desa ditemukan indikasi penyulingan oli palsu dengan peralatan terpasang rapi, serta lokasi penggilingan emas ilegal lengkap dengan alat berat dan bahan baku mencurigakan.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah bukti dugaan pesta narkotika, berupa bong lengkap dengan sedotan dan jejak-jejak aktivitas yang menunjukkan penggunaan narkoba di lokasi. Semua temuan telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bukti kuat.

Masyarakat lokal yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekhawatiran bahwa jaringan ini mungkin mendapat perlindungan, sehingga aktivitas ilegal bisa berlangsung tanpa gangguan.

“Kita sudah lama curiga, tapi tidak ada yang berani bicara karena takut mendapatkan masalah. Saat wartawan mengungkap hal itu, mereka malah menjadi korban,” ungkap warga.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Forum Wartawan Bogor, Iwan Boring, menekankan bahwa aksi kriminalisasi jurnalis jelas merupakan pelanggaran berat terhadap UU Pers No. 40 Tahun 1999, dan menghalangi tugas jurnalistik.

“Aksi kriminalisasi seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi dan terulang lagi. Ini bisa menjadi ancaman bagi semua pihak yang berani bersuara tentang kebenaran,” tegas Boring.

Hingga saat ini, pihak Polsek Leuwiliang belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan tidak segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan kegiatan ilegal di rumah kepala desa, meski bukti yang cukup kuat telah ada. Sementara itu, Kepala Desa Sadeng tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait temuan tersebut maupun tuduhan kriminalisasi terhadap jurnalis.

Publik kini menunggu tindakan tegas dari kepolisian dan pemerintah daerah Kabupaten Bogor dalam mengungkap dugaan kegiatan ilegal, sekaligus memahami alasan di balik kriminalisasi terhadap para jurnalis.

“Semua mata fokus pada kasus ini. Apa akan ada tindakan segera atau tidak dari penegak hukum, karena hal ini tidak hanya menyangkut reputasi pemerintahan desa, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan kebebasan pers,” pungkas Boring.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Tempuh Ratusan Kilometer, Seorang Sopir Bis Kembalikan Dompet Penumpangnya yang Terjatuh
Sejumlah Kepala Sekolah Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili
Damkar Pemalang Selamatkan Anak Kucing, Terjebak Dua Hari di Atap Bangunan
Kematangan Iman Teruji dari Sikap Menghargai Perbedaan
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
BNN Kendal Gandeng Pekerja Seni, Edukasi Bahaya Narkotika 
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
28 Tahun Reformasi: Demokrasi Bertumbuh, Tapi Keadilan dan Kemandirian Ekonomi Dinilai Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB

Tempuh Ratusan Kilometer, Seorang Sopir Bis Kembalikan Dompet Penumpangnya yang Terjatuh

Senin, 25 Mei 2026 - 12:44 WIB

Sejumlah Kepala Sekolah Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:18 WIB

Damkar Pemalang Selamatkan Anak Kucing, Terjebak Dua Hari di Atap Bangunan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:51 WIB

Kematangan Iman Teruji dari Sikap Menghargai Perbedaan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Berita Terbaru

POLITIK

Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:03 WIB

DETIK ZONE

Operasi Gabungan Jadi Langkah Strategis Dongkrak PAD

Senin, 25 Mei 2026 - 22:42 WIB