Skandal Anggaran PAUD Disdik Sumenep, Transparansi Tak Ada

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUGAAN ANGGARAN JUMBO — Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, enggan buka suara terkait belanja hibah APE PAUD senilai Rp 3 miliar lebih.

DUGAAN ANGGARAN JUMBO — Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, enggan buka suara terkait belanja hibah APE PAUD senilai Rp 3 miliar lebih.

SUMENEP — Belanja hibah barang Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD senilai lebih dari Rp 3 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep pada tahun anggaran 2025 menjadi sorotan tajam publik. Anggaran jumbo ini dianggap berpotensi bermasalah dan rawan penyalahgunaan.

Anggaran sebesar itu tercantum jelas dalam APBD 2025 dan diperuntukkan untuk belanja hibah APE PAUD. Namun, hingga kini, tidak ada penjelasan transparan terkait nama-nama penerima maupun mekanisme distribusinya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang memimpin pengelolaan anggaran ini, memilih bungkam ketika dimintai konfirmasi. Agus justru meminta wartawan untuk menghubungi anak buahnya di Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anehnya, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Lisa Bertha Soetedjo, saat dihubungi wartawan justru tidak memberikan respons dan seolah “menghilang”.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik. Bagaimana mungkin anggaran besar miliaran rupiah untuk pendidikan anak usia dini dikelola tanpa transparansi dan akuntabilitas yang jelas.

Detikzone.id kini terus menelusuri alur pengelolaan anggaran ini, termasuk penerima hibah dan mekanisme belanja APE PAUD, untuk memastikan tidak ada potensi penyimpangan atau penyalahgunaan keuangan publik.

Publik pun berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep segera memberikan klarifikasi dan membuka data secara transparan, agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tidak terguncang.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS
Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi
PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani
Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan
Pondok Pesantren Al-Arifin Sampang Lepas 121 Siswa, Tegaskan Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak dan Berprestasi
Haru dan Meriah, Malam Wisuda Purna LPI Imaduddin Panaongan Sumenep Jadi Momen Penuh Kenangan
Ketua BPI KPNPA RI Bogor Kritik Keras SPMB, Sebut Hak Pendidikan Anak Bangsa Terabaikan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:52 WIB

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show

Senin, 13 Juli 2026 - 11:14 WIB

GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:45 WIB

PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:56 WIB

Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan

Berita Terbaru