Habiskan Setengah M untuk Honorarium dan Perdin SMP, Disdik Sumenep Disebut Mabuk Anggaran dan Super Boros Ditengah Efisiensi

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak hanya sederet program dan anggaran Fantastis tanpa kejelasan, Honorarium dan Perdin SMP Disdik Sumenep 2025  juga memicu kontroversi

Tak hanya sederet program dan anggaran Fantastis tanpa kejelasan, Honorarium dan Perdin SMP Disdik Sumenep 2025 juga memicu kontroversi

SUMENEP — Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep kembali menjadi pusaran perhatian dan kontroversi. Sejumlah pos belanja bernilai signifikan memunculkan pertanyaan serius dan menimbulkan gelombang keprihatinan di masyarakat, karena dianggap berpotensi menimbulkan pemborosan.

Hal itu diperparah seiring belum adanya klarifikasi resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang hingga kini memilih bungkam meskipun telah dihubungi berulang kali.

Sebelumnya, Disdik Sumenep tercatat memiliki beberapa belanja bernilai besar, di antaranya Belanja Hibah Barang Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD dengan nilai miliaran rupiah, Belanja Modal Buku Umum Ilmu Pengetahuan bertajuk “20 Jalan Keberuntungan dan 20 Penyebab Kerugian dalam Pandangan Al-Qur’an” senilai ratusan juta rupiah, serta Belanja Hibah Barang Personal Computer (PC) sebagai alat praktik dan peraga peserta didik SMP swasta yang juga menelan anggaran ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, berdasarkan dokumen yang diperoleh media ini, terdapat pula alokasi anggaran di atas Rp500 juta pada nomenklatur Penyelenggaraan Proses Belajar bagi Peserta Didik SMP, yang mencakup honorarium Tim Pengelola Teknologi Informasi/Website, belanja jasa kependidikan, uang harian perjalanan dinas dalam daerah, hingga pengadaan materai.

Besarnya nilai anggaran pada pos honorarium dan perjalanan dinas tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait dasar perhitungan, efektivitas kegiatan, serta mekanisme pengawasan internal agar penggunaan dana benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Menanggapi kondisi ini, Aktivis Pendidikan Jawa Timur, Ahmad, menegaskan kritiknya.

“Kalau saya menilai, Disdik Sumenep seperti mabuk anggaran di tengah kebijakan efisiensi. Ini merupakan salah satu bentuk pemborosan,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, dapat lebih bijak dan transparan dalam menyusun serta merealisasikan anggaran. Menurut Ahmad, setiap rupiah dari keuangan negara harus tepat sasaran dan berorientasi langsung pada kebutuhan peserta didik serta peningkatan kualitas pendidikan.

“Anggaran pendidikan seharusnya dikelola dengan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan akuntabilitas, bukan sekadar terserap besar namun minim dampak,” tegasnya.

Hingga kini, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terkait keseluruhan belanja belum membuahkan hasil. Media ini terus menelusuri sejumlah pos anggaran lain di lingkungan Disdik Sumenep Tahun Anggaran 2025, dengan tujuan memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Haflatul Imtihan MDT Al Furqon di Panaongan Sumenep Berlangsung Khidmat, Teguhkan Peran Madrasah sebagai Benteng Generasi Masa Depan
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
SDN Panaongan III Sumenep Gaungkan Bahasa Madura Halus Setiap Pagi, Inovasi Agus Sugianto Tuai Apresiasi
Resmi Jadi Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Targetkan Batik Kuasai Fashion Dunia
SMPN 2 Wonotirto Blitar Gelar Tasyakuran Kelulusan Kelas IX Penuh Haru dan Kebersamaan
KKG Gugus 2 Pasongsongan Sumenep Gaungkan Sekolah Ramah Anak Lewat Seminar Anti-Bullying
Membangun Generasi Berkarakter, SDN Pasongsongan 1 Sumenep Gelar Workshop SEL untuk Guru

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Haflatul Imtihan MDT Al Furqon di Panaongan Sumenep Berlangsung Khidmat, Teguhkan Peran Madrasah sebagai Benteng Generasi Masa Depan

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

SDN Panaongan III Sumenep Gaungkan Bahasa Madura Halus Setiap Pagi, Inovasi Agus Sugianto Tuai Apresiasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:00 WIB

Resmi Jadi Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Targetkan Batik Kuasai Fashion Dunia

Berita Terbaru