SUMENEP – Pujasera Pemkab Sumenep kini mulai ramai, tidak lagi sepi seperti sebelumnya. Fenomena ini menandakan bahwa semakin banyak ASN, pejabat, dan masyarakat yang menyadari pentingnya mendukung UMKM lokal sekaligus memanfaatkan fasilitas publik secara optimal.
Sejak awal dibuka, Pujasera sempat sepi, meski fasilitasnya nyaman dan representatif. Banyak ASN dan pejabat memilih makan di luar kompleks kantor, sementara pelaku UMKM yang mengelola gerai di Pujasera berharap ada peningkatan kunjungan. Namun, beberapa hari terakhir, suasana berubah. Pujasera mulai dipadati pengunjung, baik dari kalangan ASN, pejabat, maupun masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai menu khas lokal.
Hal ini, menurut Lani, anggota AMJ Korda Sumenep, menjadi tanda positif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika Pujasera mulai ramai, itu berarti pesan kami tersampaikan. ASN dan pejabat mulai memahami bahwa makan di sini bukan sekadar untuk mengisi perut, tetapi juga memberi dukungan nyata kepada pelaku UMKM, membangun jejaring sosial antarpegawai, dan menumbuhkan budaya kerja yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan.” katanya.

Ramainya pengunjung terhadap UMKM binaan Ketua TP PKK, Nia Kurnia, menandakan bahwa produk lokal mulai mendapatkan apresiasi yang layak.
Dengan meningkatnya kunjungan, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi, tetapi juga dorongan moral untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Sri, Ketua AMJ Korda Sumenep, menyambut positif progres ini.
“Ramainya Pujasera menjadi simbol keberhasilan program edukasi ekonomi lokal di Sumenep. Setiap kunjungan, setiap transaksi, bukan hanya soal makanan dan minuman, tetapi kontribusi nyata bagi ekonomi lokal, penguatan jejaring sosial, dan budaya kepedulian terhadap fasilitas publik,” ungkapnya.
Fenomena ini juga menegaskan bahwa kesadaran kolektif bisa tumbuh bila fasilitas publik dirancang dengan baik dan dikelola secara inklusif.
Pujasera, yang sebelumnya sepi, kini menjadi pusat aktivitas sosial, kuliner, dan edukatif yang menghubungkan ASN, pejabat, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam satu ruang yang harmonis dan inspiratif.
“Mari, para ASN, pejabat, dan seluruh staf Pemkab Sumenep, ramaikan Pujasera, jadikan momen makan siang untuk mendukung pedagang lokal, membangun jejaring sosial yang kuat, dan menumbuhkan budaya kerja peduli masyarakat serta lingkungan. Bersama, kita wujudkan Pujasera Pemkab Sumenep sebagai jantung kuliner yang hidup, inspiratif, dan mendidik,” tandasnya.
Dengan kondisi yang kini ramai, Pujasera Pemkab Sumenep membuktikan diri sebagai simbol sinergi, edukasi, dan dukungan nyata terhadap UMKM lokal, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang menguatkan budaya kolaborasi di lingkungan pemerintah.
Sekedar diketahui, Pujasera Pemkab Sumenep menyediakan berbagai menu khas lokal yang menggugah selera. Mulai dari hidangan utama seperti Nasi Rujak, Rujak Ghir Sereng, Nasi Ayam Penyet, Nasi Pecel, dan Gado-gado, hingga camilan tradisional seperti Tahu Walik, Risoles Mayo, Lumpia, dan Tahu Petis. Minumannya pun beragam, dari kopi tubruk, kopi susu, teh susu, hingga kopi jahe gemperk dan jahe geprek, menghadirkan pengalaman kuliner otentik yang memanjakan lidah pengunjung.
Penulis : Redaksi








