Nilai Aswaja dalam Pembelajaran PAUD, Ikhtiar Mencegah Radikalisme Sejak Dini

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temanggung — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan fondasi spiritual anak.

Di tengah derasnya arus informasi serta menguatnya tantangan radikalisme, penanaman nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah (Aswaja) sejak usia dini dinilai menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi yang moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh).

Nilai moderasi tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 143 yang menegaskan bahwa umat Islam diciptakan sebagai umat yang adil dan pilihan. Prinsip keadilan dan moderasi ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi juga harus ditanamkan melalui proses pendidikan, termasuk pada jenjang PAUD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Hasyim Asy’ari, dalam berbagai karyanya menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan toleransi. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan dan ekstremisme harus dijauhkan, termasuk dari pola pendidikan anak.

Nilai Aswaja, menurut para pakar pendidikan Islam, bukan sekadar konsep teologis, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Usia 0–6 tahun dikenal sebagai masa emas, ketika anak dengan mudah menyerap kebiasaan, nilai adab, serta sikap menghormati sesama. Pada fase inilah pemahaman tentang keberagaman perlu diperkenalkan sebagai sebuah keniscayaan.

 

Hal tersebut tampak dari hasil observasi yang dilakukan pada 5 Desember 2025 di PAUD Elpist, Temanggung. Lembaga pendidikan anak usia dini yang dipimpin oleh seorang pendidik inspiratif yang akrab disapa Miss Yessi ini mengembangkan pembelajaran agama dengan pendekatan yang ramah anak dan menyenangkan.

“Menanamkan nilai agama pada anak kecil tidak bisa dilakukan melalui ceramah kaku,” ujar Miss Yessi saat diwawancarai.

Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada nilai keislaman melalui pengalaman yang dekat dengan dunia mereka.

PAUD Elpist menerapkan sejumlah metode kreatif, di antaranya mendongeng kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang sarat nilai kelembutan dan kasih sayang. Selain itu, pembiasaan adab dilakukan melalui nyanyian dan rima sederhana yang mengajarkan doa harian serta ungkapan sopan seperti “maaf” dan “terima kasih”. Anak-anak juga dikenalkan pada praktik ibadah melalui simulasi visual yang ceria dan tidak menekan.

Para guru memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi dan berkegiatan sesuai minatnya, namun tetap dalam bimbingan yang terarah dan tanpa paksaan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai Aswaja secara alami.

Keberhasilan internalisasi nilai Aswaja, lanjut Miss Yessi, sangat bergantung pada keteladanan atau uswah hasanah. Guru di sekolah dan orang tua di rumah harus menjadi cermin nyata dari nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kasih sayang yang diajarkan kepada anak.
Di era digital, tantangan semakin kompleks dengan hadirnya konten yang berpotensi bertentangan dengan nilai moderasi.

Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menyaring tontonan anak menjadi sangat penting agar narasi kasih sayang dan keseimbangan khas Aswaja tetap mendominasi ruang pikir anak.

Sebagai penutup, para pendidik dan orang tua diajak untuk bersama-sama menanamkan dan melestarikan nilai-nilai Aswaja kepada generasi muda, khususnya anak usia dini.

Upaya ini diharapkan menjadi benteng awal dalam mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan ekstremisme, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak, moderat, dan cinta damai.

Penulis : Naila Zahrotun Aida

Berita Terkait

Harumkan Nama Sumenep di Ajang Internasional, Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Borong Medali HKIMO 2026
Siswi Kelas 10 di Kota Kediri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru, Minta Perlindungan ke Yakuza Maneges
Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat
Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Agus Sugianto Terima Estafet Kepemimpinan SDN Padangdangan I
Sekolah Inklusi Siaga Bencana: SMAN 1 Dringu dan PMI Probolinggo Rancang Pelindungan Setara
8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan
UPT SDN 337 Gresik Gelar Scout Expedition di Alam Bebas, Bangkitkan Semangat Kepramukaan dan Bentuk Generasi Tangguh 
Lewat Sambung Roso, Kapolresta Sumenep Ajak 12 Kades Jadi Garda Kamtibmas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Siswi Kelas 10 di Kota Kediri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru, Minta Perlindungan ke Yakuza Maneges

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Agus Sugianto Terima Estafet Kepemimpinan SDN Padangdangan I

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Sekolah Inklusi Siaga Bencana: SMAN 1 Dringu dan PMI Probolinggo Rancang Pelindungan Setara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WIB

8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan

Berita Terbaru