Sumenep – Sebuah insiden sederhana namun sarat makna terjadi di sebuah mesin ATM yang berada di area SPBU Pamolokan, Kabupaten Sumenep, Jumat (2/1/2026).
Segepok uang pecahan lima puluh ribuan diketahui tertinggal dan belum dicabut oleh pemiliknya setelah transaksi dilakukan.
Kejadian ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Alih-alih dimanfaatkan, uang tersebut justru diamankan dan diinformasikan kepada publik oleh orang yang berada di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebuah pernyataan pun disampaikan dengan nada kepedulian dan kejujuran.
“Yang merasa tadi ngambil uang di ATM POM Bensin Pamolokan ini masih belum diambil ya uangnya, mungkin tadi lupa atau bagaimana, segera langsung diambil di Pamolokan,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Tak berselang lama, uang yang masih belum dicabut dari mesin ATM tersebut akhirnya diamankan oleh petugas SPBU Pamolokan, Sumenep. Langkah cepat dan sigap ini dilakukan demi menjaga keamanan uang sekaligus memastikan hak pemiliknya tetap terlindungi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang dua hal mendasar bahwa kehati-hatian dalam bertransaksi dan nilai kejujuran yang masih hidup di tengah masyarakat.
Di tengah maraknya kasus kehilangan dan penyalahgunaan, tindakan warga yang memilih untuk menjaga hak orang lain patut diapresiasi.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi edukasi bagi pengguna ATM agar selalu memastikan uang telah diambil sebelum meninggalkan mesin, terutama di tempat umum yang ramai. Kelalaian kecil bisa berujung kerugian besar bila tidak disertai kepedulian sosial.
Insiden di Pamolokan ini mungkin tampak sepele, namun nilai moral yang terkandung di dalamnya menjadikannya cerita bermakna di awal tahun 2026: bahwa kejujuran masih menemukan ruangnya di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Sumenep.
Penulis : Redaksi







