SUMENEP – Konser amal kemanusiaan boleh saja mengusung nama besar dan panggung megah, tetapi realitas di lapangan berbicara lebih jujur. Saat musik berhenti dan penonton bubar, yang tertinggal di lokasi konser Valen DA7 di Sumenep bukanlah angka donasi membanggakan, melainkan sampah berserakan di mana-mana.
Di tengah kegaduhan persepsi buruk publik atas kecilnya hasil donasi yang hanya meraup Rp71 juta, justru para petugas kebersihan Sumenep yang tampil sebagai pahlawan kemanusiaan paling nyata. Tanpa seremoni, tanpa klaim, mereka langsung sigap membersihkan sisa-sisa konser yang mengatasnamakan empati, tetapi meninggalkan beban ekologis dan sosial.
Kontras ini semakin mencolok jika dibandingkan dengan Pamekasan. Di sana, konser amal serupa sukses menghimpun donasi fantastis hingga Rp1,112 miliar. Difasilitasi H. Her, kegiatan tersebut melibatkan pejabat, pengusaha, komunitas, yang bersama-sama menggerakkan solidaritas lintas sektor. Nama-nama donatur besar mengalir, dari ratusan juta hingga puluhan juta rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara di Sumenep, panggung tetap berdiri megah, penonton tetap membludak, tetapi donasi justru terseok. Angka Rp71 juta dinilai jauh dari pantas untuk sebuah konser besar yang membawa embel-embel kemanusiaan.
Pengamat kebijakan publik menilai kegagalan ini bukan semata soal masyarakat, melainkan soal konsep dan keberanian panitia. Konser gratis dinilai lebih menyerupai hiburan massal ketimbang agenda kemanusiaan yang terukur.
“Kalau sejak awal niatnya kemanusiaan, seharusnya berbayar. Masa konser semegah itu cuma dapat Rp71 juta,” kritik Rendi.
Ironisnya, di tengah perdebatan soal konsep, donatur besar, dan elite lokal yang minim kehadiran, para petugas kebersihan justru memberi pelajaran paling konkret tentang arti kepedulian. Saat banyak pihak sibuk menghitung rupiah donasi, mereka membersihkan sisa ego dan euforia yang tercecer di tanah.
“Dibalik semua itu, pahlawan sejati bukan mereka yang berdiri di atas panggung, melainkan mereka yang dengan tulus membersihkan jejak sampah yang berserakan,” tandas Rendi.
Penulis : Redaksi








