Satu Meter Diperbaiki, Selebihnya Dibiarkan: Proyek Alun-Alun Kraksaan Probolinggo Bikin Kepercayaan Publik Runtuh

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Perbaikan paving di kawasan Alun-Alun Kraksaan kembali memantik amarah publik. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo dinilai melakukan perbaikan “setengah hati”.

Pasalnya, dari sekian banyak paving yang amblas dan bergelombang, perbaikan hanya dilakukan pada sekitar satu meter titik kerusakan, sementara bagian lain dibiarkan rusak begitu saja.

Pantauan di lokasi memperlihatkan metode perbaikan yang terkesan asal-asalan. Paving yang amblas hanya ditambal menggunakan sekarung pasir tanpa pembenahan pondasi tanah dasar. Cara tambal sulam semacam ini dinilai tidak akan menyelesaikan masalah, karena akar persoalan justru berada pada struktur bawah yang rapuh dan mudah tergenang air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Tata Bangunan DPKPP Kabupaten Probolinggo, Slamet Yuni Maryono, belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah teknis lanjutan yang akan diambil.

Ketiadaan penjelasan tersebut justru memperkuat spekulasi publik bahwa perbaikan dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban, bukan menyelesaikan persoalan secara tuntas.

Padahal secara geografis, Alun-Alun Kraksaan berada di jantung Kota Kraksaan yang merupakan ibu kota Kabupaten Probolinggo.

Kawasan ini bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan pusat aktivitas masyarakat dan wajah utama kota yang setiap hari dilihat publik.

Kondisi ini mendorong desakan agar pemerintah daerah tidak berhenti pada pernyataan normatif.

Audit teknis terbuka terhadap proyek alun-alun dinilai mendesak untuk memastikan apakah pembangunan telah sesuai spesifikasi perencanaan, serta siapa pihak yang harus bertanggung jawab jika ditemukan kelalaian atau kesalahan teknis.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman terkait hasil pengerjaan proyek yang ramai disorot media.

“Untuk laporan tetap kami tindak lanjuti, Pak. Mohon maaf tidak dapat menerima telepon karena masih mengantar warga ke rumah sakit,” ujarnya singkat.

Pernyataan singkat itu belum mampu meredam kekecewaan publik. Warga kini menanti langkah konkret, bukan sekadar janji, agar Alun-Alun Kraksaan tidak terus menjadi simbol proyek mahal yang dikerjakan tambal sulam di atas uang rakyat.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru