Mafia BBM Semakin Brutal di Pamekasan, SPBU 54.693.01 Disinyalir Jadi Titik Operasi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan jerigen dan mobil pick-up diduga mengangkut solar subsidi dari SPBU 54.693.01 Pamekasan, di tengah jeritan  sopir dan kaum nelayan .

Deretan jerigen dan mobil pick-up diduga mengangkut solar subsidi dari SPBU 54.693.01 Pamekasan, di tengah jeritan sopir dan kaum nelayan .

PAMEKASAN , Minggu, 18/1/2026- Praktik penyelewengan solar subsidi di Kabupaten Pamekasan kian brutal dan seolah tak lagi mengenal rasa takut. Sebuah SPBU bernomor lambung 54.693.01 di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Buddagan, Pademawu, diduga kuat menjadi titik distribusi ilegal solar subsidi skala besar, menggunakan jerigen dan mobil pick-up sebagai alat angkut utama mafia BBM.

Pantauan lapangan pada 17 Januari 2026 sekitar pukul 20.06 WIB menunjukkan aktivitas mencurigakan yang berlangsung terang-terangan. Solar subsidi jenis Biosolar terlihat diisi ke puluhan jerigen, kemudian dimuat ke mobil pick-up L300, tanpa upaya menyamarkan kegiatan tersebut.

Bobroknya, proses pengisian tidak dilakukan sembunyi-sembunyi. Petugas SPBU diduga ikut terlibat langsung membantu pengisian dan pengangkutan jerigen berisi solar ke kendaraan pengepul. Pemandangan ini memunculkan dugaan kuat adanya kongkalikong sistematis dalam distribusi BBM bersubsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski aktivitas tersebut disinyalir melanggar ketentuan distribusi BBM subsidi, aparat penegak hukum (APH) setempat nyaris tak terlihat bertindak. Kondisi ini memicu amarah publik, terutama nelayan dan masyarakat kecil yang selama ini mengeluhkan kelangkaan solar.

“Mobil mobil pick-up itu hampir tiap hari masuk. Jerigennya banyak, puluhan. Kalau solar subsidi dipakai usaha besar, kami yang kecil ini pasti tersingkir. Mainnya para mafia BBM di sejumlah SPBU Pamekesan ini sangat memprihatinkan mas,” katanya.

Keluhan serupa datang dari para sopir yang terpaksa mengantre panjang, bahkan pulang tanpa solar.

“Kami antre lama, tapi jerigen didahulukan. Kadang solar dibilang habis, padahal jelas-jelas dijual ke pengepul,” kata seorang sopir.

Aktivis Madura, Hasan Basri, menilai praktik mafia solar di Pamekasan telah menjelma menjadi bisnis gelap yang menggurita. Hampir seluruh SPBU disebut rawan dijadikan ladang permainan.

“Kalau APH terus diam, jangan salahkan masyarakat kalau turun melakukan gerakan. Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Ia menyebut mafia solar diduga mengantongi rekomendasi dari pihak tertentu untuk melancarkan aksinya.

“Solar subsidi itu bukan untuk rakyat, tapi dijual lagi ke bandar. Ini kejahatan terstruktur,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa penyelewengan solar subsidi terjadi secara sistematis dan berulang, bahkan terkesan mendapat pembiaran. Padahal, pengangkutan dan penjualan BBM subsidi menggunakan jerigen tanpa izin resmi merupakan pelanggaran Undang-Undang Migas yang dapat berujung pidana.

Hasan Basri mendesak aparat segera bertindak.

“Nelayan dan petani menjerit, solar langka dan mahal, sementara mafia bebas beraksi. Kalau ini dibiarkan, patut dipertanyakan keberpihakan hukum di Pamekasan,” ujarnya.

Ia mendesak Pertamina, BPH Migas, dan aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap SPBU 54.693.01, serta membongkar jaringan mafia solar subsidi hingga ke akar.

Media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU, namun karena keterbatasan akses komunikasi, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.

Sementara itu,  hingga berita ini terbit, APH setempat belum memberikan klarifikasi resmi atas barbarnya bisnis gelap BBM Ilegal di Pamekasan.

Dugaan penyelewengan solar subsidi di Pamekasan mencerminkan rapuhnya pengawasan distribusi BBM. Saat jerigen diduga bebas menguras solar di SPBU, nelayan dan rakyat kecil justru kesulitan mendapatkan haknya. Jika praktik ini terus dibiarkan, subsidi negara hanya akan menjadi bancakan segelintir mafia. Aparat dan regulator wajib bertindak tegas agar keadilan energi benar-benar dirasakan rakyat, bukan dinikmati pelaku bisnis gelap.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Anggaran Langganan Koran dan Iklan Sekretariat DPRD Kota Probolinggo Senilai Puluhan Juta Jadi Sorotan, Sekwan Pilih Bungkam
Salah Kaprah! KIHT Probolinggo Dibiarkan Mangkrak, Anggaran Kendaraan Setengah Miliar Lebih Malah Digelontorkan
Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:48 WIB

Anggaran Langganan Koran dan Iklan Sekretariat DPRD Kota Probolinggo Senilai Puluhan Juta Jadi Sorotan, Sekwan Pilih Bungkam

Senin, 20 April 2026 - 19:39 WIB

Salah Kaprah! KIHT Probolinggo Dibiarkan Mangkrak, Anggaran Kendaraan Setengah Miliar Lebih Malah Digelontorkan

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Berita Terbaru