SUMENEP – Gemerlap medali dan prestasi membanggakan tidak selalu seiring dengan perhatian. AZ Syahra Nastiti Ramadhani, siswi kelas 1 SMP Integral Lukman Hakim, kembali membuat Sumenep bangga dengan meraih Juara 2 Matematika dalam Generasi Cerdas Olimpiade (GCO) Se-Madura, Minggu (18/1/2026) di SMP Negeri 1 Pamekasan tanpa sentuhan atau perhatian dari Dinas terkait.
Syahra bersaing dengan 450 peserta terbaik dari seluruh Madura, menunjukkan ketekunan, kecerdasan, dan semangat pantang menyerah yang luar biasa.
Prestasi ini bukan kali pertama. Sebelumnya, ia menorehkan medali perak Matematika dan perunggu Sains dalam Kompetisi Nasional Venus di Universitas Kanjuruhan Malang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak-anak Sumenep membuktikan bahwa mereka mampu bersinar di panggung nasional, bahkan ketika instansi pendidikan daerah tampak bungkam.
Kendati demikian, orang tua Syahra mengaku bangga atas kerja keras putrinya.
“Ini bukan hanya soal bakat, tapi hasil dari proses panjang penuh disiplin dan ketekunan. Kami berharap Syahra terus menapaki jalan prestasi hingga cita-citanya tercapai.” ujar Saiful Muttaqin, S.H.
Sementara, Syahra sendiri tetap rendah hati.
“Saya bersyukur atas bimbingan guru-guru dan dukungan semua pihak. Alhamdulillah, prestasi ini bisa diraih,” ujarnya singkat.
Namun di balik kilau medali, tersimpan ironi yang menyayat hati. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep cuek total. Baik pada lomba regional maupun nasional, tidak ada dukungan, apresiasi, atau pendampingan resmi.
Sikap acuh ini pun mendapat kritik frontal dari salah satu keluarga.
“Miris sekali jika prestasi dunia pendidikan justru tidak diapresiasi. Disdik Sumenep seakan tidak tahu-menahu! Banyak siswa siswi Integral Lukman Hakim yang sukses berprestasi namun seolah hilang begitu saja di mata mereka,” katanya .
Penegasan itu menggambarkan kekecewaan yang mendalam bahwa prestasi luar biasa, perjuangan anak-anak, dan nama baik daerah hanya tersimpan di hati keluarga dan sekolah, tanpa pengakuan dari Dinas terkait.
Meski demikian, Syahra tetap menjadi simbol kebanggaan keluarga, sekolah, dan daerah, sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Anak-anak Sumenep membuktikan bahwa mereka mampu bersinar di tingkat nasional, meski instansi terkait tampak bungkam, acuh, dan abai.
Penulis : Redaksi







