Siap Terima Pesanan, Warga Binaan Lapas Cipinang Hasilkan Mebel Kayu Berkualitas

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus kembangkan program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan keterampilan kerja. Salah satunya melalui Program Perkayuan, di mana Warga Binaan dilatih untuk mengolah kayu menjadi produk mebel yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi,Kamis ( 22/1).

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan bekal keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab dalam proses pembinaan.

Dengan adanya program ini, Warga Binaan memiliki kesempatan nyata untuk belajar keterampilan baru, menyalurkan kreativitas, serta mempersiapkan diri agar lebih siap beradaptasi ketika kembali ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa Unit Perkayuan menjadi salah satu sarana pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi warga binaan.

“Melalui kegiatan perkayuan, mereka tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kreativitas, disiplin, dan kerja sama. Kami ingin setiap program pembinaan menghadirkan manfaat nyata, sehingga Warga Binaan dapat menunjukkan produktivitas dan menghasilkan karya yang bernilai. ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas mampu menciptakan lingkungan yang positif, konstruktif, dan penuh semangat belajar,” tegasnya.

Produksi kayu yang diolah di Unit Perkayuan Lapas Kelas I Cipinang telah menghasilkan berbagai macam mebel seperti meja, kursi, rak, hingga perlengkapan kerja lainnya.

Setiap pembuatan mebel dilakukan sesuai dengan permintaan pemesan, baik dari segi desain maupun ukuran, sehingga hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan pemesan.

Produk mebel yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk pasaran sehingga tidak hanya digunakan oleh internal Lapas, tetapi juga telah dipesan oleh pihak eksternal seperti Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Inspektorat Jenderal Pemasyarakatan dan instansi lainnya.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas I Cipinang, Irdiansyah Rana, menyampaikan “Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Warga binaan dibimbing untuk membuat mebel kayu yang berkualitas dan layak untuk dijual. Sehingga dapat menjadi bekal untuk nantinya Kembali ke Masyarakat. Setiap produk mebel yang dihasilkan ditandai dengan logo Giatja.

Logo tersebut menjadi simbol bahwa mebel yang dibuat merupakan hasil karya warga binaan melalui program pembinaan produktif di Lapas Cipinang,” terangnya.

Salah seorang Warga Binaan dengan inisial FM mengungkapkan rasa bangganya atas kegiatan perkayuan yang diikuti. “Awalnya saya tidak pernah membayangkan bisa membuat mebel dari kayu. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu cara menggunakan alat, belajar sabar, dan akhirnya bisa menghasilkan karya yang bermanfaat. Rasanya ada kepuasan tersendiri melihat hasil kerja saya dipakai orang lain,” ujarnya.
Produksi mebel dari Unit Perkayuan Lapas Kelas I Cipinang tidak hanya menjadi bukti pembinaan produktif, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Hal ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. ( Ragil).

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Gus Qowim Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Kediri, Doakan Mabrur

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:38 WIB