SUMENEP| Selasa, 27 Januari 2026-
Peta persaingan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep semakin mengerucut.
Di antara sejumlah nama kuat birokrat senior, sosok Moh. Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, dinilai sebagai figur yang paling siap memimpin jantung birokrasi daerah bukan semata karena jabatan saat ini, melainkan karena rekam jejak kepemimpinannya di masa lalu, khususnya saat memimpin Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).
Saat menjabat sebagai Kepala Disbudporapar, Moh. Iksan dikenal mampu mengelola sektor strategis yang menyatukan kepentingan budaya, ekonomi kreatif, kepemudaan, hingga pariwisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bidang ini bukan hanya administratif, tetapi sarat dinamika sosial, kepentingan publik, dan tekanan lintas sektor.
Di tangan Iksan, Disbudporapar tidak sekadar berjalan rutin, tetapi menjadi ruang konsolidasi antara pelestarian budaya lokal, penguatan sektor pariwisata, serta pemberdayaan pemuda dan olahraga.
Banyak kalangan menilai, pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan visioner modal penting bagi seorang Sekda.
“Memimpin Disbudporapar itu soal keseimbangan antara identitas daerah dan kepentingan pembangunan. Di situ terlihat kemampuan Moh. Iksan mengelola kebijakan lintas sektor dan kepentingan,” ujar Farid Hasan, seorang pengamat kebijakan publik Sumenep.
Dalam bursa Sekda Sumenep, Moh. Iksan bersaing dengan sejumlah nama kuat lainnya, seperti Abd. Rahman Riadi (Kepala Dinas Sosial), Chairul Rasyid (Kepala DKPP), serta Moh. Ramli (Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian). Keempatnya sama-sama memenuhi syarat formal dan memiliki pengalaman panjang di birokrasi.
Namun, keunggulan Moh. Iksan disebut terletak pada kemampuannya membangun koordinasi lintas sektor dan menjaga stabilitas organisasi dalam situasi yang dinamis, kemampuan yang terbukti saat ia memimpin Disbudporapar, sebuah OPD dengan spektrum kepentingan yang luas dan kompleks.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa proses seleksi Sekda dilakukan secara profesional dan transparan. Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi berada dalam pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan tidak memberi ruang pada kompromi kepentingan.
“Seleksi Sekda ini murni berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan penilaian objektif. Semua kandidat memiliki peluang yang sama dan prosesnya diawasi langsung oleh BKN,” tegas Benny Irawan.
Meski proses resmi masih berjalan, dinamika di ruang publik terus bergerak. Nama Moh. Iksan kini semakin menguat dalam bursa Sekda bukan karena manuver politik, melainkan karena pengalaman kepemimpinan yang dinilai relevan dengan tantangan birokrasi Sumenep ke depan.
Bursa Sekda Sumenep tak lagi sekadar soal siapa yang paling lama berada di birokrasi, tetapi siapa yang paling siap mengendalikan ritme pemerintahan. Dan bagi banyak pihak, jejak Moh. Iksan dari Disbudporapar menjadi penanda kuat kesiapan tersebut.
Penulis : Redaksi








