Penyuluhan Intensif PPL BPP Pasongsongan Sumenep Bantu Petani Maksimalkan Panen

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP– Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan, Syaiful Bahri, kembali hadir di tengah petani Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Jum’at (6/2/2026), untuk memberikan penyuluhan pertanian secara intensif.

Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani agar mampu mengelola usaha tani lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Syaiful menekankan penerapan teknik budidaya tanaman yang tepat, pemeliharaan lahan yang efektif, serta pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin petani tidak hanya sekadar menanam, tapi juga memahami manajemen risiko dan efisiensi biaya. Dengan teknologi yang tepat, hasil panen bisa maksimal meski cuaca berubah-ubah,” tegas Syaiful.

Selain materi penyuluhan, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi dua arah. Para petani diberi kesempatan menyampaikan kendala yang mereka hadapi, mulai dari serangan hama, penyakit tanaman, hingga akses sarana produksi.

Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Pasongsongan, Ahmad Molyono, S.P., M.M.A., menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada teori semata, tetapi berlanjut hingga masa panen.

“Setiap kendala petani harus segera dicari solusinya. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan, maka PPL wajib hadir sebagai jembatan informasi dan teknologi,” ujarnya melalui WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).

Para penyuluh bahkan turun langsung setiap hari ke lapangan untuk mengobservasi kondisi tanaman, memantau perkembangan budidaya, dan mengidentifikasi persoalan secara dini agar penanganan bisa cepat dan tepat.
Petani Desa Rajun menyambut baik program ini. Mereka menilai penyuluhan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi untuk meningkatkan hasil produksi.

BPP Pasongsongan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan secara berkala, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Pasongsongan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan
DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur
Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile
Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras
Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro
Amanah Baru Salamet Supriyadi, Isi Kursi Kabag Perekonomian Sumenep yang Ditinggalkan Dadang
Camat, Sekcam hingga Pejabat RSUD Berganti, Wabup Sumenep Titip Pesan Soal Amanah dan Pelayanan
Jinakkan Kusut Lalu Lintas Bromo: Dishub Probolinggo Siapkan Free Area dan Uji Kelaikan Massal Jeep Wisata

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:56 WIB

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan

Minggu, 20 September 2026 - 21:19 WIB

DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile

Sabtu, 19 September 2026 - 10:57 WIB

Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras

Sabtu, 19 September 2026 - 10:55 WIB

Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro

Berita Terbaru