Di Persimpangan Lampu Merah, Kopi Peceng Jadi Ikon Kopi Tradisional Sumenep

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Senin, 8 Februari 2026 — Di sudut kota yang tampak biasa, sebuah warung pojokan justru menyimpan cerita luar biasa. Dalam sehari semalam, tak kurang dari 100 gelas kopi habis diseruput pelanggan. Bukan kopi kekinian, bukan pula kopi dengan kemasan mewah. Inilah Kopi Peceng, kopi yang sudah terkenal sejak dulu dan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat Sumenep.

Bagi warga Madura, khususnya Sumenep, Kopi Peceng bukan sekadar minuman. Ia telah menjelma menjadi identitas rasa, ruang perjumpaan, sekaligus tempat berbagi cerita. Berdiri sejak 2012, Kopi Peceng tetap setia mempertahankan cita rasa kopi tradisional yang konsisten dari masa ke masa.

Berlokasi di warung pojokan sederhana di depan Hotel Myze Sumenep dekat lampu merah, tempat ini justru digandrungi semua kalangan. Mulai dari warga lokal, pelajar, pekerja, hingga tamu luar daerah, silih berganti singgah untuk sekadar menyeruput kopi, menikmati gorengan hangat, atau mencicipi aneka camilan sederhana yang menemani obrolan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tampil apa adanya, popularitas Kopi Peceng melampaui batas kota. Namanya dikenal luas hingga Pamekasan dan Sampang, tumbuh secara alami dari cerita ke cerita, dari cangkir ke cangkir, tanpa promosi berlebihan dan tanpa kehilangan akar tradisinya.

Owner Kopi Peceng, Sumiati (kelahiran 1984), mengungkapkan bahwa kunci bertahannya usaha ini adalah konsistensi dan kesederhanaan.

“Sejak awal kami tidak ingin mengubah jati diri kopi tradisional. Rasa harus tetap sama, cara menyeduh dijaga, dan yang terpenting pelanggan merasa nyaman,” ujarnya.

Menurut Sumiati, Kopi Peceng bukan hanya soal kopi. Warung kecil ini menjadi tempat berkumpul, berbincang, dan melepas penat. Gorengan dan camilan sederhana yang tersaji justru memperkuat suasana akrab, membuat pelanggan betah berlama-lama.
Sementara itu, sang suami, Fauzan, yang akrab disapa Pak Peceng, menyebut bahwa Kopi Peceng lahir dari ketekunan dan kejujuran.

“Kami tidak pernah berpikir muluk-muluk. Yang penting jujur dalam rasa dan pelayanan. Kalau kopi enak dan orang betah, mereka akan datang kembali dengan sendirinya,” tuturnya.

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan konsep dan varian kekinian, Kopi Peceng tetap berdiri teguh sebagai simbol kesahajaan. Warung pojokan ini membuktikan bahwa usaha kecil berbasis kearifan lokal mampu bertahan, bahkan menjadi legenda, tanpa harus kehilangan karakter.

Bagi masyarakat Sumenep, Kopi Peceng bukan sekadar kopi. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup, tempat kenangan diracik, cerita diseduh, dan aroma kopi tradisional terus hidup, tak pernah berubah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam
Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat
Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB