RSUD Moh Anwar Sumenep Dorong Anak Difabel Hidup Sehat Lewat Penyuluhan Inklusif

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Sumenep menunjukkan komitmen nyata terhadap pelayanan kesehatan inklusif melalui penyuluhan gratis untuk anak difabel

RSUD Sumenep menunjukkan komitmen nyata terhadap pelayanan kesehatan inklusif melalui penyuluhan gratis untuk anak difabel

SUMENEP — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.M. Anwar Sumenep menunjukkan kepedulian nyata kepada kelompok rentan, khususnya kaum difabel. Selain menyediakan fasilitas khusus seperti blok pemandu, jalur pasien khusus, dan toilet difabel, rumah sakit plat merah ini kini menggelar penyuluhan kesehatan gratis untuk pertama kalinya di tahun 2026, menyasar Sekolah Luar Biasa (SLB) Saronggi.

“Ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan,” ujar Vinda Sartika Basri, Koordinator Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Sumenep, kepada Media Center, Senin (09/02/2026).

Penyuluhan ini tidak hanya menekankan pentingnya hidup sehat sejak dini, tetapi juga bertujuan melakukan deteksi dini masalah kesehatan, serta memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan berkesinambungan bagi setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Direktur RSUD Sumenep melalui Kasi Informasi Erfin Sukayati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap masyarakat Sumenep.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Tim PKRS berkolaborasi dengan Tim Seksi Rawat Jalan. Tim PKRS bahkan telah memiliki jadwal rutin agar kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.

Pantauan Media Center menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa SLB yang mengikuti penyuluhan. Materi disampaikan langsung oleh dokter spesialis mata, Fardian Yedasukma, dengan fasilitasi dari Kasi Rawat Jalan RSUD Sumenep, Fitri Dwi Cahyani.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan inklusif bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata yang menyasar kelompok yang selama ini sering kali berada di pinggiran akses layanan kesehatan. Dengan langkah ini, RSUD Sumenep menegaskan komitmennya: tidak ada anak yang tertinggal, semua berhak sehat dan mendapatkan perhatian penuh.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria
Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep
Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali
Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai
Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren
Respons Cepat Keluhan Masyarakat, Puskesmas Kendit Situbondo Perkuat Pelayanan Ramah dan Humanis
Kasus Stroke Terus Meningkat, Dinkes Kota Kediri Perkuat Kompetensi Nakes Lewat OJT Penanganan Stroke
Kolaborasi Berkah, BAZNAS dan Dinkes Sumenep Siapkan Khitan Gratis 100 Anak di Momentum Muharram

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:06 WIB

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:54 WIB

Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:03 WIB

Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:24 WIB

Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren

Berita Terbaru