Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO- Ratusan santriwati Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Desa Jatiadi, riuh rendah menyambut kehadiran tim gabungan kesehatan pada Selasa (30/6/2026). Langkah nyata ini digagas oleh Puskesmas Gending bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Koordinator Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Gending untuk mencetak generasi perempuan yang tangguh dan bebas stunting.

Sekitar 400 santriwati berkumpul mendapatkan asupan ilmu yang krusial bagi masa depan mereka. Edukasi ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bagian dari sinergi lintas sektor yang masif di Kabupaten Probolinggo.

Para santriwati dibekali berbagai materi penting, mulai dari:Pentingnya konsumsi tablet tambah darah (Fe).Menjaga kesehatan reproduksi perempuan.Pemenuhan gizi seimbang.Deteksi dini TBC lewat Active Case Finding (ACF).Edukasi pencegahan pernikahan dini.Hadir langsung memantau jalannya acara, Camat Gending Winda Permata Erianti, Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Ariyanti, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Puskesmas Gending, dr. Pungki Ariyanti, menekankan bahwa benteng pertahanan melawan stunting harus dibangun jauh sebelum biduk rumah tangga dimulai.

“Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat kehamilan, tetapi harus dimulai sejak remaja melalui pemenuhan gizi yang baik, pencegahan anemia serta peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi,” ujar dr. Pungki.

Ia menambahkan, lewat kesadaran pemenuhan gizi yang dibangun sejak mondok, para santriwati dipersiapkan untuk menjadi ibu yang sehat di masa depan. Hasil akhirnya adalah lahirnya generasi baru yang berkualitas tinggi dan bebas dari risiko gagal tumbuh.

Bagi Camat Gending, Winda Permata Erianti, kegiatan ini merupakan langkah taktis untuk mempertahankan prestasi wilayahnya. Saat ini, Kecamatan Gending bangga menyandang predikat sebagai wilayah dengan angka stunting terendah di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan edukasi bagi sekitar 400 santriwati. Selain edukasi tablet Fe dan kesehatan reproduksi, kami juga melakukan skrining TBC lewat ACF,” kata Winda.

Sisi emosional dan masa depan santriwati juga disentuh melalui materi perencanaan kehidupan berkeluarga oleh Koordinator PLKB Kecamatan Gending. Remaja putri diajak untuk fokus mengejar cita-cita dan tidak terburu-buru melakukan pernikahan dini.”Kami ingin para santriwati tidak hanya menjadi pribadi yang sholehah, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan reproduksi. Mereka harus bisa meraih cita-cita setinggi mungkin dan menghindari pernikahan dini yang tidak direncanakan,” tegas Winda optimis.

Melalui komitmen kuat dari pesantren dan pemerintah, Kecamatan Gending berharap investasi kesehatan ini dapat terus mengamankan posisi mereka sebagai wilayah zero-stunting sekaligus melahirkan generasi emas yang sehat lahir dan batin.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Jurus Dinkes Probolinggo Gandeng Dokter Spesialis Demi Lindungi Ibu Hamil Risiko Tinggi
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Tak Sekadar Berobat, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Buktikan Lompatan Mutu Layanan, Kepuasan dan Keselamatan Pasien Jadi Prioritas
Koperasi Kebanggaan RSUD Sumenep Raih Predikat Sehat, Bukti Profesionalisme Tak Sekadar Slogan
27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria
Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep
Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali
Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:23 WIB

Jurus Dinkes Probolinggo Gandeng Dokter Spesialis Demi Lindungi Ibu Hamil Risiko Tinggi

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Berobat, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Buktikan Lompatan Mutu Layanan, Kepuasan dan Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:22 WIB

Koperasi Kebanggaan RSUD Sumenep Raih Predikat Sehat, Bukti Profesionalisme Tak Sekadar Slogan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:06 WIB

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria

Berita Terbaru