Sampang– Kekacauan distribusi BBM subsidi kembali tersaji terang-terangan di Kabupaten Sampang. Puluhan jerigen plastik tanpa penutup kedapatan bebas “menyedot” Pertalite di SPBU 54.692.10 Panyepen, memantik kemarahan warga dan memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan serius dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Peristiwa tersebut terjadi saat antrean kendaraan masyarakat mengular panjang. Ironisnya, di tengah kondisi itu, jerigen justru dilayani tanpa hambatan, seolah aturan distribusi BBM hanya formalitas belaka. Warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menyebut praktik ini bukan sekali dua kali terjadi.
“Sekitar 20 jerigen diisi Pertalite. Motor dan mobil warga harus menunggu lama. Ini jelas tidak masuk akal,” ujar seorang warga dengan nada geram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertalite diketahui sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang pendistribusiannya seharusnya diawasi ketat oleh PT Pertamina (Persero) bersama aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait. Regulasi dengan tegas membatasi pembelian dalam jumlah besar, terlebih menggunakan jerigen plastik yang dinilai rawan dan berisiko tinggi.
Dalam aturan yang berlaku, pengisian BBM ke jerigen hanya diperbolehkan untuk kebutuhan tertentu, seperti nelayan, petani, atau usaha mikro, dan wajib disertai surat rekomendasi resmi dari instansi berwenang.
Namun di lapangan, puluhan jerigen plastik justru diisi secara terbuka tanpa terlihat adanya verifikasi dokumen maupun prosedur keselamatan.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan tajam di tengah publik: apakah aturan sengaja diabaikan, atau ada pembiaran sistematis? Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena membuka celah penimbunan, penyelewengan, hingga praktik jual beli BBM subsidi di luar mekanisme resmi.
“Kalau memang ada suratnya, silakan. Tapi ini harus transparan. Jangan rakyat kecil dikorbankan, sementara jerigen bebas menyedot BBM subsidi,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU belum memberikan klarifikasi resmi.
Sikap bungkam ini justru memperkuat kecurigaan masyarakat bahwa pengawasan distribusi Pertalite di SPBU tersebut berjalan lemah.
Warga di Kabupaten Sampang mendesak aparat penegak hukum, instansi ESDM, serta Pertamina untuk segera turun tangan melakukan pengecekan menyeluruh.
Masyarakat menuntut tindakan tegas dan transparan agar distribusi BBM subsidi kembali pada relnya dan tidak terus dijadikan ajang permainan oknum tak bertanggung jawab.
Penulis : A Junaidi








