Model Waralaba untuk Ketahanan Pangan: Implementasi di Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Silvester Moan Nurak, Pendamping Desa Kecamatan Mapitara

MAUMERE – Program ketahanan pangan Desa merupakan prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendapatkan dukungan hangat dari para petani di seluruh Indonesia.

Di Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, inisiatif ini diwujudkan melalui partisipasi aktif tiga kelompok tani yaitu Poktan Kajowair, Poktan Popowolot, dan Poktan Maju Bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diatur dan dikelola melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa Sina Rua Bersinar Natakoli, yang menjadi wadah utama dalam menjalankan seluruh rangkaian program.

Rencana dan Implementasi Budidaya di Lapangan

Dalam pelaksanaannya di lapangan, program ini fokus pada budidaya jagung hibrida Bisi 18 yang ditanam di lahan seluas tiga (3) hektar berlokasi di Dusun Umatawu.

Program ini berdasarkan peraturan Kepmendes PDT Nomor 3 Tahun 2025, yang menetapkan tujuan utama mewujudkan swasembada pangan tingkat Desa dengan ketentuan mengalokasikan minimal 20% Dana Desa untuk kegiatan terkait ketahanan pangan.

Selain mencapai swasembada pangan, dalam implementasinya program ini juga fokus pada beberapa poin penting yaitu: peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan varietas unggul dan teknologi tepat guna; pemenuhan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat Desa; peningkatan kemandirian ekonomi para petani; pemberdayaan pelaku usaha sektor pangan lokal; serta pengoptimalan potensi ekonomi lokal yang ada di Desa Natakoli.

Model Kerjasama Waralaba dan Pembagian Peran

Kerjasama yang diterapkan adalah model sistem waralaba (franchise) dengan pembagian peran yang jelas dan terstruktur antara BUM Desa dan kelompok tani:

Peran BUM Desa sebagai Franchisor/Fasilitator

BUM Desa Sina Rua Bersinar Natakoli menyediakan seluruh modal yang dibutuhkan termasuk benih jagung hibrida Bisi 18 berkualitas, pupuk dan bahan pemeliharaan tanaman, serta teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan lokal.

Selain itu, BUM Desa juga menyusun dan menerapkan SOP budidaya yang jelas dan terstandarisasi, memberikan pelatihan teknis secara berkala kepada anggota kelompok tani, serta memberikan jaminan pembelian keseluruhan hasil panen sehingga para petani tidak perlu khawatir tentang pemasaran.

Sebagai penggerak utama, BUM Desa juga mengelola potensi sumber daya lokal secara optimal, menyediakan sarana produksi seperti alat-alat pertanian dan fasilitas pendukung, mengatur manajemen hasil panen mulai dari proses panen hingga penyimpanan, mengelola lumbung pangan Desa untuk menjaga ketersediaan stok pangan, menjalankan kegiatan pemasaran hasil produk pertanian baik ke dalam maupun luar Desa, serta berupaya mengembangkan usaha lain yang terkait seperti usaha pertanian lainnya dan peternakan untuk memperluas skala ekonomi Desa.

Peran Kelompok Tani sebagai Penerima Waralaba

Kelompok tani memiliki tanggung jawab yang dijalankan secara konkret di lapangan, yaitu mengelola dan merawat lahan budidaya dengan baik, menjalankan seluruh proses mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan bersama, serta mematuhi standar kualitas hasil panen yang telah ditentukan agar produk yang dihasilkan memiliki mutu yang seragam.

Keuntungan yang Dirasakan dari Sistem Kerjasama

Sistem kerjasama ini telah memberikan keuntungan yang nyata bagi kedua pihak dalam implementasinya. Bagi kelompok tani, mereka memperoleh akses permodalan yang sebelumnya sulit diperoleh secara mandiri, mendapatkan teknologi baru yang dapat meningkatkan hasil panen, serta mendapatkan kepastian pasar yang menjamin pendapatan mereka.

Sedangkan bagi BUM Desa, sistem ini memberikan pasokan produk unggulan Desa yang terjamin kualitas dan kuantitasnya, yang selanjutnya dapat diperdagangkan untuk meningkatkan pendapatan BUM Desa yang akan digunakan untuk pengembangan program lainnya di Desa.

Dukungan Sarana dan Standarisasi Operasional

Dalam mendukung kegiatan tersebut, BUM Desa Sina Rua Bersinar telah secara langsung menyalurkan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian (Saprodi) yang mencakup alat-alat seperti cangkul, penggaruk, parang, serta fasilitas lain yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh tahapan kegiatan mulai dari proses pembersihan lahan, pengolahan, penanaman, perawatan hingga proses pemanenan.

Selain itu, para petani juga mendapatkan pendampingan terstruktur secara berkala dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian yang bertugas untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman, dengan pelatihan yang diberikan secara gratis tanpa membuat kelompok tani mengeluarkan biaya tambahan.

Standarisasi operasional (SOP) yang diterapkan tidak hanya sebatas dokumen namun juga dijalankan secara ketat di lapangan. Hal ini memastikan bahwa hasil pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas, kuantitas, dan produktivitas yang konsisten setiap musim tanam.

Selain itu, SOP juga mengatur seluruh alur kerja sama mulai dari tahap awal pengajuan proposal oleh kelompok tani (yang mencakup penyusunan rencana usaha yang rinci, Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas, analisis kelayakan usaha, serta perencanaan manfaat jangka panjang bagi anggota kelompok dan masyarakat Desa), proses verifikasi kondisi lahan dan kebutuhan yang dibutuhkan bersama pihak terkait yaitu BUM Desa, PPL Pertanian, Pendamping Desa dan pemerintah Desa, hingga tahap penandatanganan kontrak kerja sama yang mengikat kedua belah pihak.

Perjanjian Kontrak dan Dampak Program

Dalam pelaksanaannya, perjanjian kontrak budidaya telah resmi ditandatangani pada tanggal 30 Agustus 2025 oleh pihak BUM Desa dan ketua masing-masing kelompok tani. Dalam kontrak tersebut disepakati pembagian keuntungan bersih sebesar 30% untuk BUM Desa dan 70% untuk kelompok tani.

Harga jual hasil panen jagung yang telah disepakati berkisar antara Rp.7.000 hingga Rp.8.000 per kilogram, tergantung pada kualitas dan kondisi pasar pada saat panen dilakukan.

Dampak yang telah terlihat secara nyata dari implementasi model waralaba ini di Desa Natakoli adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam mengelola pertanian secara modern, pemasaran hasil panen yang terjamin sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi petani, serta tercapainya perubahan signifikan dimana kelompok tani dapat secara bertahap beralih dari sistem pertanian subsisten yang hanya cukup untuk kebutuhan sendiri menuju sistem pertanian yang berorientasi pada pasar yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB