BPRS Bhakti Sumekar Ambil Langkah Strategis Gerakkan UMKM dan Ekonomi Sumenep Melalui Pasar Sore Ramadhan

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Sore Ramadhan di Masjid At Taqwa, Kecamatan Kalianget, akan menjadi wadah pemberdayaan UMKM lokal. BPRS Bhakti Sumekar mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah strategis menggerakkan ekonomi umat dan mendorong perputaran ekonomi Sumenep .

Pasar Sore Ramadhan di Masjid At Taqwa, Kecamatan Kalianget, akan menjadi wadah pemberdayaan UMKM lokal. BPRS Bhakti Sumekar mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah strategis menggerakkan ekonomi umat dan mendorong perputaran ekonomi Sumenep .

SUMENEP –Sabtu, 21 Februari 2026, BPRS Bhakti Sumekar melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi umat dengan mendukung pelaksanaan Pasar Sore Ramadhan di Masjid At Taqwa, Kecamatan Kalianget.

Kegiatan ini menjadi wadah produktif untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan, khususnya bagi pelaku UMKM lokal.
Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen BPRS Bhakti Sumekar sebagai lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa Pasar Sore Ramadhan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga sebagai sarana edukasi ekonomi syariah bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar Ramadhan ini kami dorong agar menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil, sekaligus mengajarkan nilai-nilai muamalah yang sehat, jujur, dan berkah sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberi kesempatan luas kepada masyarakat untuk memahami pentingnya ekonomi halal, praktik transaksi yang adil, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadhan.

Beragam produk yang ditawarkan, mulai dari makanan berbuka, minuman, aneka takjil, hingga kue kering, menjadi cerminan potensi ekonomi lokal yang terus berkembang.

Hairil Fajar berharap Pasar Sore Ramadhan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan UMKM, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan keislaman di tengah masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini membawa manfaat luas, menggerakkan ekonomi umat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa masjid dapat berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang produktif,” pungkasnya.

Pasar Sore Ramadhan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional tong-tong Megantara dan berlangsung setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, sehingga menambah daya tarik dan nuansa kebersamaan bagi masyarakat Kalianget dan sekitarnya.

Langkah BPRS Bhakti Sumekar mendukung Pasar Sore Ramadhan menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berperan sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat. Keterlibatan aktif dalam kegiatan ekonomi berbasis masjid ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor keuangan dapat bersinergi dengan ruang-ruang sosial keagamaan.

Di tengah tantangan ekonomi dan lemahnya daya beli sebagian masyarakat, pendekatan seperti ini dinilai lebih membumi dan berdampak langsung. Pasar Ramadhan tidak hanya menggerakkan transaksi harian, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ekonomi halal, kejujuran dalam berdagang, serta keadilan dalam bertransaksi.

Model kolaborasi antara masjid, pelaku UMKM, dan lembaga keuangan syariah patut diperluas. Jika dikelola secara berkelanjutan, pola ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi umat yang mandiri, inklusif, dan berorientasi pada keberkahan, bukan semata keuntungan.
Ke depan, publik tentu berharap langkah serupa tidak berhenti pada momentum Ramadhan saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang menjadikan ekonomi umat sebagai prioritas pembangunan sosial dan keagamaan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan
Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri
Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya
Soft Opening, HM Cafe & Billiard Sumenep Diharapkan Jadi Khazanah Lahirnya Atlet Biliar dan Penggerak Ekonomi Daerah
Melalui Pendataan Berkala dan Akurat, Pemdes Tobai Tengah Sampang Hadirkan Bantuan yang Lebih Merata
Kampung Semarak DRT Hadir di Sumenep, Sajikan Hiburan Gratis, Bazar UMKM, dan Doorprize Meriah
BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:01 WIB

Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:41 WIB

Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:02 WIB

Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WIB

Soft Opening, HM Cafe & Billiard Sumenep Diharapkan Jadi Khazanah Lahirnya Atlet Biliar dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru