Tak Mau Warga Terlantar, Anggota DPRD Sumenep Desak Armada Tambahan ke Masalembu

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juhairi, anggota DPRD Kabupaten Sumenep, menyampaikan sikap tegas agar pemerintah segera menambah armada transportasi laut menuju Masalembu guna mencegah warga terlantar akibat keterbatasan kapal.

Juhairi, anggota DPRD Kabupaten Sumenep, menyampaikan sikap tegas agar pemerintah segera menambah armada transportasi laut menuju Masalembu guna mencegah warga terlantar akibat keterbatasan kapal.

SUMENEP — Bayang-bayang kekacauan arus mudik Lebaran kembali menghantui warga Pulau Masalembu. Minimnya armada kapal laut membuat ribuan pemudik terancam terlantar, berdesakan di pelabuhan, bahkan gagal pulang kampung. Situasi ini memicu peringatan keras dari DPRD Sumenep.

Legislator menilai persoalan transportasi laut ke Masalembu bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan bentuk ketimpangan serius terhadap masyarakat kepulauan. Setiap menjelang Lebaran, cerita yang sama terus berulang: kapal penuh, jadwal tak pasti, dan warga dipaksa menunggu tanpa kepastian.

Anggota DPRD Sumenep Dapil VII, Ahmad Juhairi, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh lagi dibiarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalembu selalu jadi korban. Kapalnya terbatas, penumpangnya membludak. Kalau tidak segera ditambah, ini bisa berujung chaos,” katanya tegas.

Menurutnya, pada hari normal saja kapal kerap kelebihan kapasitas, sementara saat musim mudik jumlah penumpang melonjak drastis, termasuk perantau dari Kalimantan hingga Malaysia. Tanpa tambahan armada, risiko penumpukan dan keselamatan penumpang tak terelakkan.

Ironisnya, Juhairi menyoroti perlakuan yang dinilai tidak adil. Beberapa wilayah kepulauan lain di Sumenep menikmati banyak pilihan kapal cepat dan reguler, sementara Masalembu hanya mengandalkan dua armada utama.

“Warga Masalembu juga warga negara. Mereka berhak mendapatkan layanan mudik yang layak, aman, dan manusiawi,” ujarnya.

Tak hanya soal kapal, DPRD juga menyoroti lemahnya pengawasan penjualan tiket yang kerap membuka celah percaloan.

Kondisi ini membuat pemudik semakin terjepit, baik secara ekonomi maupun psikologis.
Dengan Lebaran yang kian dekat, DPRD Sumenep mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Penambahan armada, kepastian jadwal, dan pengawasan ketat disebut sebagai harga mati.

Jika desakan ini kembali diabaikan, DPRD memperingatkan satu hal: Masalembu bukan hanya akan terisolasi secara geografis, tetapi juga secara keadilan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru