Perang Petasan dan Balon Air Mengganggu Kekhususan Ramadan di Pemalang

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Ketenangan warga pada bulan Ramadan mendadak terganggu, dengan adanya kegaduhan perang Petasan dan Balon air, di sekitaran Alun -alun Kota Pemalang yang dilakukan para Remaja belasan tahun.

Sutarjo ( 55 ) Seorang warga yang kebetulan lewat di lokasi kejadian menuturkan,Jika salin lempar petasan dan air sangat berbahaya, apalagi bulan Puasa setelah sahur, Warga banyak yang istirahat tidur kembali setelah sholat subuh,

“Lempar -lemparan petasan sangat berbahaya, apalagi kalau kena orang lewat, kalau kena sendiri ngga apa – apa biar ngerasain sendiri,” katanya sewot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait adanya perang petasan dan balon air yang terjadi di kawasan Alun-Alun Pemalang tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja, segera menuju lokasi untuk membubarkan kegiatan berbahaya itu.

Dari hasil penertiban perang, Satpol PP mendapati Ratusan Petasan dan Balon berisi air yang belum sempat dilemparkan.

Kepala bidang ketentraman dan penertiban umum masyarakat ( Trantibumas ) Agus Sarwono, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian perang petasan dan balon air tersebut,

“Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penghalauan serta penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat sekitar,”ujar Agus pada saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin ( 23/2 )

Kegiatan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung serta mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar alun-alun.

“Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas memberikan pembinaan secara langsung di tempat kepada para pelaku, serta menyampaikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat,Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk penegakan peraturan daerah sekaligus upaya preventif agar kejadian serupa tidak kembali terulang,”tutupnya.( Ragil).

Berita Terkait

Dugaan Pemborosan Anggaran: DPRD Kota Probolinggo Beli Mobil Dinas Rp1,7 M, Disusul Biaya Servis Ratusan Juta di 2026
Semangat Kartini Warnai Hari Kedua TKA di SDN Panaongan III Sumenep, Siswa Tampil Anggun dan Penuh Makna
Perkuat Pembinaan Berbasis Ilmiah, Lapas Cipinang Fasilitasi Praktikum Mahasiswa UIN Jakarta
Sisir Warung Angkringan di Perkotaan, Satpol PP Pemalang Temukan Botol Miras
Detik-detik Dapur Warga Jangkar Situbondo Ambruk Diterjang Angin Kencang
KKN-PPM 2026 Dimulai, STIT Raden Santri Tekankan Moderasi Beragama Berbasis Masjid
DPD PKS Kota Mataram Adakan Halal Bihalal, Perkuat Konsolidasi Kader
Rahmad Memberikan Apresiasi kepada Menteri Agus, Napi Korupsi “Keluyuran” Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:33 WIB

Dugaan Pemborosan Anggaran: DPRD Kota Probolinggo Beli Mobil Dinas Rp1,7 M, Disusul Biaya Servis Ratusan Juta di 2026

Selasa, 21 April 2026 - 11:16 WIB

Semangat Kartini Warnai Hari Kedua TKA di SDN Panaongan III Sumenep, Siswa Tampil Anggun dan Penuh Makna

Senin, 20 April 2026 - 20:43 WIB

Perkuat Pembinaan Berbasis Ilmiah, Lapas Cipinang Fasilitasi Praktikum Mahasiswa UIN Jakarta

Senin, 20 April 2026 - 20:42 WIB

Sisir Warung Angkringan di Perkotaan, Satpol PP Pemalang Temukan Botol Miras

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Detik-detik Dapur Warga Jangkar Situbondo Ambruk Diterjang Angin Kencang

Berita Terbaru