Pulau Masalembu Sumenep Sambut Cahaya Listrik 24 Jam

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Anggota DPRD Sumenep Juhairi dan Jailani, juru bicara masyarakat Masalembu, saat menghadiri rapat koordinasi di Jakarta pada 23 Februari 2026. Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan PLTS Komunal di Pulau Masalembu, sebagai upaya menghadirkan listrik 24 jam bagi warga pulau terpencil.

Ket foto : Anggota DPRD Sumenep Juhairi dan Jailani, juru bicara masyarakat Masalembu, saat menghadiri rapat koordinasi di Jakarta pada 23 Februari 2026. Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan PLTS Komunal di Pulau Masalembu, sebagai upaya menghadirkan listrik 24 jam bagi warga pulau terpencil.

SUMENEP — Pulau Masalembu, salah satu pulau terpencil di Kabupaten Sumenep, akhirnya akan menikmati listrik PLN 24 jam. Keputusan ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun bergantung pada genset dan panel surya swadaya dengan kapasitas terbatas.

Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di pulau ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Rapat koordinasi yang digelar pada 23 Februari 2026 menegaskan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat untuk mempercepat proyek ini. Program PLTS Masalembu telah masuk dalam Roadmap Listrik Perdesaan 2025–2029 dan direncanakan terealisasi pada tahun 2026, namun keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada tersedianya lahan yang clear and clean.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jailani, juru bicara masyarakat Masalembu, menegaskan bahwa listrik adalah hak dasar yang menentukan masa depan anak-anak dan nelayan pulau. Tanpa listrik yang stabil, potensi perikanan sulit berkembang, pendidikan anak-anak terhambat, dan hasil laut sulit dijual dengan harga layak.

“Kami tidak meminta belas kasihan. Kami hanya meminta kesempatan. Kesempatan agar anak-anak bisa belajar dengan terang. Kesempatan agar nelayan bisa menjual hasil lautnya secara adil. Kesempatan agar pulau kami tidak tertinggal,” tegas Jailani.

PLN menjelaskan bahwa pembangunan PLTS akan mencakup kapasitas 4.175 kWp dengan cadangan baterai 3–4 jam, jaringan tegangan menengah sepanjang 28,85 km, jaringan tegangan rendah 26,25 km, serta gardu distribusi 2.800 kVA.

Tahap awal proyek ini akan melayani sekitar 5.100 rumah tangga, sementara kebutuhan industri seperti cold storage dan pabrik es akan dipertimbangkan pada tahap berikutnya.

Dukungan pemerintah daerah dan DPRD Sumenep menjadi kunci percepatan proyek. DPRD memastikan ketersediaan lahan, sementara Dinas PMD siap memfasilitasi pertemuan dengan BPN dan pemilik lahan untuk memastikan kepastian hukum.

Dinas ESDM Jawa Timur menegaskan dukungan penuh agar proyek ini selesai tepat waktu sesuai roadmap.

Sementara, Rawatan Samudra, pengamat isu energi kepulauan, menekankan bahwa Masalembu adalah cerminan tantangan energi di wilayah terpencil Indonesia. Proyek PLTS bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi simbol kehadiran negara bagi masyarakat pesisir.

“Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar proyek tidak berhenti di peta jalan, tetapi benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Dengan proyek ini, Masalembu tidak lagi menjadi pulau pinggiran. Listrik PLN akan membuka peluang ekonomi baru, memperkuat pendidikan, dan memastikan masyarakat dapat menikmati layanan dasar yang selama ini tertunda.

Proyek PLTS Masalembu menjadi bukti nyata bahwa energi dapat menjadi jembatan menuju kesejahteraan dan kemajuan masyarakat kepulauan Indonesia.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti
Bupati Sumenep Pasang Alarm Integritas, Kepala Inspektorat Baru Diminta Perketat Pengawasan dan Cegah Penyimpangan
Dobrak Layanan Digital, Pemkot Probolinggo Luncurkan Super App B Link dan Gelar PPID Awards 2026
Dari Pulau Gelap Menuju Pulau Terang, Perjuangan Listrik PLN di Masalembu Sumenep Memasuki Fase Penentu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB

Sambut HUT RI Ke-81, Semangat Gotong Royong Warga RW 05 Dander Ketami Kobarkan Nasionalisme Lewat Kerja Bakti

Berita Terbaru