Menjemput Berkah Panen, Warga Tampo Sangkapura Gresik Rawat Tradisi Doa di Makam Leluhur

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGKAPURA – Menjelang panen padi, warga Dusun Tampo, Desa Pudakitbarat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, memilih tidak hanya bergantung pada kerja keras di sawah. Mereka juga menempuh ikhtiar batin: berkumpul, berdoa, dan memohon berkah di makam Jujuk Tampo, Kamis (26/3/2026) pagi.

Sejak pukul 06.30 WIB, warga berdatangan membawa hidangan sederhana. Mereka duduk bersama, melangitkan doa, lalu berbagi makanan dalam suasana guyub yang kental. Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari anyean, penanda penting dalam siklus tanam hingga panen masyarakat Bawean.

Tokoh masyarakat setempat, Moh. Nursyamsi, menegaskan bahwa ritual ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan warisan yang terus dijaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini tradisi tahunan, dilakukan saat mulai turun ke sawah hingga menjelang panen,” ujarnya.

Bagi warga, doa bersama menjadi penyeimbang antara usaha lahir dan harapan batin—memohon hasil panen yang berkah sekaligus keselamatan selama proses bertani.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti warga Dusun Tampo. Masyarakat dari dusun lain di Desa Pudakit Barat turut hadir, mempertegas bahwa tradisi ini telah menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas.

“Bukan hanya warga Tampo, dari dusun lain juga ikut serta,” tambahnya.

Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan. Ia bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga perekat sosial—menghidupkan gotong royong, memperkuat solidaritas, dan menjaga identitas masyarakat agraris Bawean.

Di makam Jujuk Tampo, doa-doa itu kembali dipanjatkan. Bukan sekadar harapan panen melimpah, tetapi juga upaya menjaga warisan agar tetap hidup di tengah arus modernitas.

Penulis : Abd Hamid

Berita Terkait

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?
Hari ke-42 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menjangkau Dhuafa Sumenep, Komitmen Jurnalisme Kemanusiaan Terus Diteguhkan
Belajar dari Para Nabi di Bulan Muharram, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Ajak Terus Fastabiqul Khairat dengan Sabar dan Memaafkan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB

BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan

Senin, 13 Juli 2026 - 00:57 WIB

BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang

Berita Terbaru