SUMENEP – Sabtu, 28 Maret 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menggelar Halal Bihalal yang sarat makna. Acara ini menjadi momen untuk mempererat silaturrahim antarpegawai sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan profesional, humanis, dan penuh empati kepada masyarakat.
Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan prasasti renovasi kamar mandi dan Masjid Al Hasanah oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.
Renovasi masjid diharapkan menghadirkan kenyamanan lebih bagi pasien, keluarga pasien, dan seluruh pegawai RSUD.
Bertema “Perkuat Silaturrahim dengan Empati dalam Bingkai Bismillah Melayani”, acara dihadiri jajaran manajemen, tenaga kesehatan, dan karyawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Wakil Bupati tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah tentang nilai silaturrahim, empati, dan keikhlasan.
“Pelayanan yang dilandasi empati dan keikhlasan akan menghadirkan keberkahan, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan itu sendiri,” ujar KH. Imam Hasyim.
Direktur RSUD, dr. Eeliyati, M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momen introspeksi dan evaluasi diri bagi seluruh staf.
“Halal Bihalal ini mengingatkan kami untuk selalu melayani dengan hati yang tulus.
Renovasi Masjid Al Hasanah menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit terhadap kenyamanan ibadah pasien dan pegawai.
Kami berharap setiap pelayanan yang kami berikan menjadi ladang kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Sumenep.” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal medis, tetapi juga soal empati, kebersamaan, dan nilai spiritual.
Acara ditutup dengan saling bersalaman, ramah tamah, dan senyum hangat, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di lingkungan RSUD.
Dengan terselenggaranya Halal Bihalal ini, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali menegaskan diri sebagai institusi profesional, humanis, dan berlandaskan nilai spiritual, di mana setiap pelayanan bukan sekadar pekerjaan, melainkan ibadah bagi masyarakat Sumenep.








