Efisiensi atau Tebar Pesona? Saat Anggaran Dipangkas, Hadiah Sepeda di Probolinggo Picu Kemelut

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Ilustrasi sepeda gunung (MTB) yang dianggarkan Pemkab Probolinggo sebagai hadiah bagi kecamatan berprestasi dalam pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang kini menuai polemik di tengah isu efisiensi anggaran

Ket foto: Ilustrasi sepeda gunung (MTB) yang dianggarkan Pemkab Probolinggo sebagai hadiah bagi kecamatan berprestasi dalam pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang kini menuai polemik di tengah isu efisiensi anggaran

PROBOLINGGO, Rabu (08/04/2026) — Narasi efisiensi anggaran yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali menuai sorotan. Di tengah pemangkasan kegiatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), muncul kebijakan pengadaan 10 unit sepeda gunung (MTB) oleh Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Tahun Anggaran 2026, pengadaan tersebut tercatat dalam kategori belanja modal kendaraan tidak bermotor penumpang pada sub-kegiatan penagihan pajak daerah. Anggaran bersumber dari dana bagi hasil Pajak Rokok.

Dalam peruntukannya, sepeda MTB itu akan dijadikan sebagai hadiah (reward) bagi kecamatan yang berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Aries Purwanto, membenarkan adanya pengadaan tersebut. Ia menyebut jumlah sepeda yang direalisasikan lebih sedikit dari rencana awal.

“Awalnya kami merencanakan lebih dari 10 unit, namun karena keterbatasan anggaran, saat ini hanya bisa merealisasikan 10 unit sepeda,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan publik. Di tengah keterbatasan anggaran, belanja yang bersifat insentif dinilai tetap diprioritaskan.

Kritik datang dari Dierel, perwakilan Aliansi Madura Indonesia (AMI) Probolinggo. Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan sensitivitas terhadap kondisi fiskal daerah.

“Ini ironi. Ketika OPD lain diminta melakukan efisiensi, justru ada anggaran untuk hadiah. Penagihan PBB adalah kewajiban, bukan sesuatu yang harus diberi insentif,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menggeser makna kinerja aparatur. Tugas yang semestinya menjadi tanggung jawab melekat, berubah menjadi kompetisi berbasis hadiah.

Dari sisi kebijakan publik, langkah ini juga memunculkan pertanyaan mengenai skala prioritas anggaran. Terlebih, dana yang digunakan berasal dari pajak rokok yang idealnya diarahkan pada program dengan dampak langsung bagi masyarakat.

Pengamat kebijakan publik menilai, pendekatan berbasis reward cenderung bersifat simbolik dan tidak menyentuh akar persoalan.

Optimalisasi penerimaan pajak seharusnya dibangun melalui penguatan sistem, peningkatan pengawasan, serta kapasitas aparatur, bukan sekadar stimulus jangka pendek.

Di tengah tekanan efisiensi, publik kini melihat adanya dua wajah dalam pengelolaan anggaran: di satu sisi penghematan digaungkan, namun di sisi lain belanja yang dipertanyakan tetap berjalan.

Pertanyaan pun mengemuka: apakah ini benar efisiensi, atau sekadar cara lain membungkus pengeluaran agar terlihat wajar

Hingga berita ini diturunkan, kebijakan pengadaan sepeda MTB tersebut masih menjadi perbincangan dan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden
Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026
Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN
Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah
Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu
Menuju ‘Probolinggo Menyala’, Dishub Targetkan 50 Ribu Titik PJU di Tahun 2026
Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Rombak 25 Posisi Strategis, Dorong Birokrasi Lebih Cepat, Adaptif, dan Melayani

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:11 WIB

Percepat Sertifikasi Tanah RTLH, DPKPP dan Kantor Pertanahan Probolinggo Targetkan Rampung Sebelum Kunjungan Presiden

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:45 WIB

Pecah Dominasi Bromo, Probolinggo ‘Jual’ Pesona 7 Pantai di Mega-Event November 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:56 WIB

Lampu Hijau dari BKN: Pemkab Probolinggo Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Mutasi dan Promosi ASN

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:53 WIB

Walikota Kediri Perkuat Sinergi dengan TNI, Dukung Pembangunan dan Ketahanan Wilayah

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:51 WIB

Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Berita Terbaru