MAUMERE – Upaya nyata mewujudkan ketahanan pangan kembali digencarkan di Desa Natakoli. Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sina Rua Bersinar bersama Kelompok Tani Maju Bersama melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di Dusun Umatawu, Kecamatan Mapitara, pada Rabu, 15 April 2025.
Kegiatan ini merupakan wujud implementasi dari program pangan nasional yang berlandaskan pada Keputusan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025 mengenai pengelolaan Dana Desa.
Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pemerintahan setempat, di antaranya Ketua BPD Desa Natakoli, Antonius Kreator, S.Ag, anggota Polsek Bola, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, Kepala Dusun, serta Pendamping Desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan ritual adat sebagai bentuk doa dan restu kepada leluhur agar tanaman yang ditanam kelak dapat tumbuh subur, terhindar dari hama, dan memberikan hasil panen yang melimpah.
Sebelum proses penanaman dimulai, pembekalan teknis disampaikan langsung oleh PPL Pertanian, Martinus Meong, SP. Ia memberikan arahan agar para petani benar-benar memperhatikan kaidah budidaya yang benar, mulai dari teknik penanaman, pembersihan gulma, hingga jadwal pemupukan demi memaksimalkan hasil produksi.
“Kami ingatkan agar selalu perhatikan teknis budidaya, mulai dari jarak tanam, pembersihan gulma, sampai pemupukan yang teratur agar hasilnya maksimal,” ujar Martinus.
Usai pembekalan, suasana berubah menjadi penuh semangat saat penanaman simbolis dilakukan oleh para pimpinan dan tamu undangan. Di bawah langit yang cerah, seluruh peserta bahu-membahu menanam benih jagung varietas BISI 18, jenis yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Penanaman dilakukan dengan teknik presisi menggunakan jarak tanam 70 cm x 40 cm untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal di lahan seluas satu hektare ini.
Direktur BUM Desa Sina Rua Bersinar, Epilius Dasentis, memaparkan bahwa kegiatan ini didanai melalui penyertaan modal desa sebesar 20 persen dari total Dana Desa yang disalurkan dalam bentuk sarana produksi kepada tiga kelompok tani mitra.
Dalam pelaksanaannya, diterapkan pola kemitraan dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan. Mekanisme ini dipilih agar petani memiliki rasa memiliki dan semangat yang tinggi, sehingga hasil panen dapat dimaksimalkan.
Nantinya, hasil penjualan akan digunakan untuk mengembalikan modal, dengan pembagian keuntungan sebesar 30 persen untuk BUM Desa dan 70 persen menjadi hak milik kelompok tani.
Sementara itu, Ketua BPD, Antonius Kreator, S.Ag, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus terjaga dengan baik demi keberlanjutan program ini.
Bahkan setelah masa panen jagung nanti, kerjasama yang sudah terbangun ini diharapkan bisa dilanjutkan kembali dalam bentuk budidaya komoditas lainnya yang bernilai ekonomis.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan setelah panen jagung nanti bisa dikembangkan lagi ke jenis budidaya lainnya demi kemajuan bersama,” ujar Antonius.
Hal senada disampaikan oleh Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, Silvester Moan Nurak, yang menegaskan komitmennya untuk mendampingi pengelolaan administrasi keuangan.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera memfasilitasi penyusunan laporan pertanggungjawaban tahun buku 2025 dan laporan semester 1 tahun 2026 sesuai amanat PP Nomor 11 Tahun 2021 demi mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa.
“Kami akan segera memfasilitasi penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku agar pengelolaan dana ini tetap transparan dan akuntabel,” tegas Silvester.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan di wilayah tersebut sekaligus menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah desa, BUM Desa, dan masyarakat petani.
Dari lahan seluas 1 hektare ini, target produksi diperkirakan mampu mencapai 8 hingga 9 ton jagung dengan kisaran harga saat ini mencapai Rp 10.000 per kilogram.
Untuk meningkatkan nilai tambah, BUM Desa Sina Rua Bersinar bersama kelompok tani berencana mengolah hasil panen menjadi beras jagung dan dedak sebelum dipasarkan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.







