PROBOLINGGO– Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggaran fantastis lebih dari setengah miliar rupiah pada tahun 2026.
Dana tersebut diproyeksikan untuk pengadaan kendaraan operasional guna mendukung Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kecamatan Paiton,meski fasilitas tersebut diketahui telah mangkrak selama beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP tahun 2026, tercatat dua paket belanja modal kendaraan bermotor. Pertama, pengadaan satu unit mobil pick-up dengan nilai pagu Rp455.400.000. Kedua, satu unit kendaraan roda tiga spesifikasi 300 cc senilai Rp51.425.000. Total anggaran yang bersumber dari APBD ini mencapai Rp506.825.000.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo,Sugeng Wiyanto saat dikonfirmasi membenarkan rencana pengadaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dipersiapkan sebagai sarana dan prasarana (sapras) pendukung operasional KIHT.

“Pembelian belum dilaksanakan, rencananya bulan Juli mendatang karena akan menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” ujarnya singkat,Senin (20/4/2026).
Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai urgensi pengadaan di tengah kondisi bangunan yang belum beroperasi, ia enggan memberikan penjelasan detail.
Kebijakan ini menuai kritik tajam dari Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI) Probolinggo,Dierel menilai langkah tersebut tidak tepat sasaran dan terkesan memaksakan anggaran.
“Seharusnya KIHT itu dioperasionalkan terlebih dahulu. Setelah terlihat aktivitas dan progresnya, baru disiapkan sarana pendukungnya. Ini terbalik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi fisik bangunan KIHT sudah lama terbengkalai.
“Bangunannya sudah mangkrak, banyak mengalami kerusakan dan keretakan di berbagai sisi. Alangkah baiknya anggaran dialokasikan untuk perbaikan dan fungsionalitas gedung terlebih dahulu sebelum membeli kendaraan baru,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai kapan perbaikan fisik gedung akan dimulai agar selaras dengan rencana pengadaan kendaraan mewah tersebut.
Penulis : Moch Solihin







