PROBOLINGGO – Wajah Alun-alun Kabupaten Probolinggo tampak memprihatinkan pasca digunakan untuk perayaan Hari Jadi Kabupaten belum lama ini. Pemandangan asri yang sebelumnya didominasi warna hijau kini berubah drastis menjadi hamparan rumput kering dan kecokelatan,Senin (27/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan tidak hanya terjadi pada rumput. Sejumlah tanaman hias di area taman terlihat patah dan rusak, diduga terinjak-injak pengunjung saat perayaan.Sisa-sisa sampah plastik dan sampah organik masih berserakan di beberapa sudut, mengurangi estetika pusat kota tersebut.
Kondisi ini mendapat sorotan warga yang berharap alun-alun segera diperbaiki agar kembali nyaman sebagai ruang publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Feriyanto, warga setempat, menyayangkan kurangnya langkah mitigasi dari pihak penyelenggara.Terlihat banyak sampah plastik dan sisa bungkus makanan berserakan di atas rumput.
“Sampah ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi secara kimiawi dapat mencemari tanah dan menghambat pemulihan rumput,” ujar Feri
Ia juga menyoroti tidak adanya upaya proteksi dini selama acara berlangsung. “Rumput yang mati menunjukkan minimnya mitigasi, seperti penggunaan grass protector maupun pemeliharaan intensif berupa penyiraman ekstra sebelum dan selama acara. Seharusnya, pihak Pemkab melakukan pengawasan melekat,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kabupaten Probolinggo,H Ugas Irwanto memastikan penanganan segera dilakukan.
“Saat ini tim kebersihan dan pertamanan kami telah mulai melakukan pembersihan sampah secara bertahap,” ujar Sekda saat dikonfirmasi.
Terkait kondisi rumput dan tanaman yang rusak, pihak Pemkab menegaskan sudah menyiapkan langkah rehabilitasi.
“Untuk rumput yang mengering dan tanaman rusak, akan dilakukan perawatan pasca acara. Komitmen kami adalah mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang asri dan nyaman dalam waktu dekat,” tuturnya.
Pihak Pemkab juga mengapresiasi perhatian masyarakat dan berterima kasih atas masukan yang diberikan untuk menjaga fasilitas publik tersebut.
Saat ini, fokus tim di lapangan adalah pembersihan sampah total, disusul dengan revitalisasi tanaman dan perawatan rumput.
Penulis : Moch Solihin







