SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian penting dari identitas daerah sekaligus warisan sejarah yang harus dijaga bersama.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (05/05/2026).
Menurutnya, pelestarian cagar budaya memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya serta memperkuat jati diri daerah di tengah perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Upaya menjaga cagar budaya merupakan bagian penting dalam mempertahankan nilai budaya dan memperkuat identitas daerah,” ujar Bupati.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah akan melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari inventarisasi objek yang berpotensi menjadi cagar budaya, penetapan status, hingga upaya pelindungan dan pemanfaatan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, Kabupaten Sumenep tidak boleh kehilangan jejak sejarah, karena cagar budaya merupakan bagian dari kekayaan daerah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya,” tegasnya.
Melalui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), pemerintah daerah akan memastikan penetapan berbagai objek seperti benda, bangunan, struktur, situs, maupun kawasan yang memiliki nilai penting dari aspek sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar pelestarian cagar budaya tidak hanya berfokus pada perlindungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
“Pelestarian cagar budaya harus memberikan dampak bagi masyarakat, termasuk mendorong pariwisata berbasis budaya,” jelasnya.
Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Sumenep dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi







