PAMEKASAN – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, untuk menyampaikan pesan kepedulian, pengorbanan, dan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Melalui ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha yang disampaikan bersama keluarga besar BIP, Ali Zainal Abidin mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum memperkuat ketakwaan serta kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Semoga momentum ini semakin menguatkan rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ucapan tersebut bukan sekadar simbol seremonial. Di balik itu, BIP Foundation selama ini dikenal aktif menjalankan berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan di berbagai daerah, mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan sosial bagi masyarakat kecil, pembangunan rumah tahfidz, hingga program bantuan hukum gratis melalui LBH Bani Insan Peduli.
Gerakan yang dibangun Ali Zainal Abidin bahkan semakin menyita perhatian publik setelah sukses menggelar berbagai aksi sosial berskala besar di Madura hingga Jawa Barat. Salah satunya saat ribuan anak penyandang disabilitas memadati kegiatan sosial BIP di Bakorwil IV Pamekasan pada April 2026 lalu.
Sekitar 2.000 anak berkebutuhan khusus hadir dalam kegiatan bertema Memetik Berkah melalui Senyum Anak-anak Surga. Suasana haru menyelimuti acara ketika anak-anak disabilitas mendapatkan ruang penerimaan, perhatian, dan kasih sayang yang selama ini jarang mereka rasakan.
Tak hanya bergerak di bidang sosial, BIP Foundation juga memperluas perjuangannya melalui LBH Bani Insan Peduli yang memberikan layanan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kecil. Pendampingan itu meliputi perkara pidana, perdata, sengketa tanah, perlindungan perempuan dan anak, hingga advokasi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses hukum.
Di Kabupaten Sumenep, BIP juga pernah menggelar kegiatan sosial besar yang dihadiri ribuan masyarakat dhuafa dan penyandang disabilitas. Sementara di Pamekasan, program buka puasa bersama serta belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim bahkan mendapat perhatian nasional hingga meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Gerakan kemanusiaan tersebut terus berkembang ke berbagai daerah seperti Malang, Lamongan, Pasuruan hingga Cirebon. Mulai dari santunan lansia, bantuan pembangunan masjid, ambulans gratis, hingga peresmian Istana Tahfidz Alquran bagi yatim dan dhuafa menjadi bagian dari perjalanan sosial BIP Foundation.
Kini, di momen Idul Adha 1447 Hijriah, Ali Zainal Abidin kembali menegaskan bahwa kemanusiaan bukan hanya tentang memberi bantuan sesaat, tetapi memastikan masyarakat kecil tetap memiliki harapan, kepedulian, dan tempat untuk diperjuangkan.
“Semoga Idul Adha ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih peduli terhadap sesama,” tutupnya.









