SUMENEP, Jumat (19 Juni 2026) – Kegiatan Doa Bersama Muharram 1448 Hijriah yang digelar Bani Insan Peduli (BIP) Foundation di Area Rumah Induk BIP Sumenep berlangsung sukses dan dipadati ribuan anak yatim serta kaum dhuafa dari berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. Namun ada satu pemandangan yang justru menjadi perhatian setelah acara resmi berakhir.
Ketika ribuan peserta mulai meninggalkan lokasi dan panitia sibuk membereskan perlengkapan kegiatan, Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, tidak langsung beranjak pulang. Ia masih duduk di tengah kerumunan masyarakat yang silih berganti menghampirinya untuk menyampaikan berbagai persoalan hidup yang mereka hadapi.
Satu per satu kaum dhuafa mendatangi pria yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut. Mereka datang dengan membawa harapan agar ada yang mau mendengar keluh kesah yang selama ini mereka pendam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana pun berubah menjadi penuh haru. Seorang ibu dengan mata sembab mengaku sengaja menunggu sejak acara hampir selesai demi bisa bertemu langsung dengan H. Ali Zainal Abidin. Dengan suara bergetar, ia menceritakan kondisi anaknya yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan hingga operasi yang tidak mampu ia tanggung sendiri.
Tak hanya itu, ada pula warga yang mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit, lansia yang hidup sebatang kara tanpa penghasilan tetap, hingga kaum dhuafa yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Mendengar berbagai cerita tersebut, H. Ali Zainal Abidin tampak larut dalam percakapan dengan warga. Ia mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali memberikan nasihat, motivasi, serta penguatan agar mereka tetap sabar menghadapi ujian hidup.
Beberapa warga bahkan tidak mampu menahan air mata ketika menceritakan kondisi yang mereka alami. Namun di tengah suasana haru itu, mereka merasa lega karena ada sosok yang bersedia mendengarkan tanpa memandang status sosial maupun latar belakang ekonomi.
Melihat kondisi warga yang membutuhkan bantuan mendesak, H. Ali Zainal Abidin kemudian memberikan bantuan tambahan secara langsung kepada beberapa kaum dhuafa. Bantuan tunai tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban yang mereka hadapi.
“Kadang masyarakat datang bukan hanya membutuhkan bantuan. Mereka ingin didengar, ingin ada yang memahami apa yang sedang mereka rasakan. Karena itu selama masih bisa membantu, kami akan berusaha hadir untuk mereka,” ujar H. Ali Zainal Abidin.
Menurutnya, kegiatan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Kehadiran lembaga sosial harus mampu menyentuh persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.
Sebelumnya, BIP Foundation menggelar Doa Bersama Muharram 1448 Hijriah yang dihadiri ribuan anak yatim dan kaum dhuafa dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, H. Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Karena itu, BIP Foundation berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi mereka.
“Anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Rasulullah SAW. Maka siapa yang ingin dekat dengan Rasulullah, muliakanlah anak yatim dan rawat mereka dengan kasih sayang,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung di Area Rumah Induk BIP tersebut dipadati ribuan peserta hingga melebihi perkiraan panitia. Selain doa bersama, BIP Foundation juga menyalurkan santunan uang tunai, paket sembako, serta paket khusus Muharram kepada anak-anak yatim yang hadir.
Langkah kemanusiaan BIP Foundation sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Selama ini lembaga yang dipimpin H. Ali Zainal Abidin tersebut dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan berskala besar di berbagai daerah.
Setelah menebar manfaat bagi ribuan anak yatim, kaum dhuafa, lansia, penyandang disabilitas, hingga hadir memberikan perhatian di Griya Yatim dan Balita, BIP terus bergerak menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tak hanya fokus pada santunan, BIP Foundation juga tengah mengembangkan pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu.
Di bidang kesehatan, BIP saat ini juga tengah menyiapkan program khitan gratis bagi sekitar 1.000 anak dari berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu agenda kemanusiaan terbesar yang pernah dijalankan BIP sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga kurang mampu.
Selain itu, BIP juga aktif menjalankan program bantuan kesehatan, santunan yatim dan dhuafa, bantuan bagi penyandang disabilitas, bantuan pendidikan, hingga bedah rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah bedah rumah milik Ibu Salmawati di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa BIP tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membantu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, BIP juga tengah menyiapkan pembagian ribuan tas sekolah gratis bagi anak yatim dan dhuafa menjelang tahun ajaran baru. Tas tersebut memuat pesan moral yang mengajak anak-anak untuk terus mengejar cita-cita, menjadi pribadi yang baik, jujur, dan berguna bagi bangsa dan negara. Bahkan BIP sudah merealisasikan sederet program Beasiswa.
Sebelumnya, BIP Foundation juga menjadi sorotan setelah menyalurkan belasan sapi kurban jumbo di 13 kecamatan di Madura dan sejumlah wilayah Jawa Timur.
Penyaluran tersebut disertai santunan kepada ribuan anak yatim dan kaum dhuafa pada momentum Hari Raya Iduladha.
Tidak hanya itu, kegiatan santunan anak yatim yang digelar BIP di Pamekasan juga pernah mencatatkan rekor MURI karena melibatkan ribuan penerima manfaat dalam satu kegiatan kemanusiaan.
Melalui program Live Sedekah Online, BIP Foundation juga telah menyalurkan bantuan hingga ratusan juta rupiah kepada janda lanjut usia, anak yatim, panti asuhan, panti lansia, hingga masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut H. Ali Zainal Abidin, seluruh program tersebut lahir dari semangat pengabdian dan keinginan untuk memastikan bahwa masyarakat kecil tidak merasa sendirian menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Kami ingin BIP hadir bukan hanya saat masyarakat bahagia, tetapi juga ketika mereka sedang berada dalam masa-masa sulit. Kepedulian sejati adalah ketika kita mampu menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Menjelang sore, ketika lokasi acara semakin lengang, masih terlihat beberapa warga yang bergantian mendekat untuk menyampaikan persoalan mereka. Dan H. Ali Zainal Abidin tetap melayani dengan sabar, tanpa menunjukkan keinginan untuk segera meninggalkan lokasi.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa bagi BIP Foundation, kemanusiaan bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Kemanusiaan adalah tentang mendengar, memahami, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Sebab bagi sebagian kaum dhuafa yang datang hari itu, bantuan tambahan yang mereka terima memang sangat berarti. Namun lebih dari itu, perhatian, empati, dan kesediaan untuk mendengarkan menjadi hadiah yang jauh lebih berharga di tengah kerasnya perjuangan hidup yang mereka jalani setiap hari.








