SUMENEP, Rabu, 24/6/2026 – Jalanan Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga memadati rute Pawai Budaya dalam rangka Haflatul Imtihan dan Hari Ulang Tahun ke-58 Lembaga Pendidikan Tarbiyatus Shibyan.
Sejak pagi, masyarakat telah berjejer di sepanjang jalan untuk menyaksikan penampilan para siswa yang tampil berbeda dari pawai pada umumnya. Jika biasanya peserta mengenakan busana adat Nusantara, kali ini para siswa justru tampil memukau dengan kostum hasil kreasi dari berbagai barang bekas dan material daur ulang.
Botol plastik, gelas mineral, kardus bekas, koran, karung, hingga aneka limbah rumah tangga lainnya disulap menjadi kostum unik, menarik, dan penuh nilai edukasi. Beragam karya kreatif tersebut berhasil mencuri perhatian masyarakat yang terus memberikan tepuk tangan sepanjang jalannya pawai.
Mengusung tema “Pendidikan Karakter yang Baik Membentuk Kepedulian Lingkungan”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para siswa untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kostum-kostum daur ulang yang mereka kenakan, para siswa diajak untuk melihat bahwa barang yang selama ini dianggap sampah ternyata masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi karya kreatif yang bernilai.
Warna-warni kostum yang menghiasi jalan desa menciptakan pemandangan yang menarik. Ada yang tampil menyerupai robot dari kardus bekas, gaun dari plastik kemasan, hingga berbagai bentuk kreasi lain yang menunjukkan kemampuan siswa dalam berinovasi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Pawai tersebut juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan kreativitas, kerja sama, disiplin, dan kepedulian sosial.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak warga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam karena merasa kagum melihat kreativitas para siswa yang mampu mengubah barang bekas menjadi karya yang menarik dan bernilai edukatif.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda puncak Haflatul Imtihan Tarbiyatus Shibyan tahun 2026 sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap lingkungan.
Di usia ke-58 tahun, Tarbiyatus Shibyan terus menunjukkan bahwa pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan siswa cerdas secara akademik, melainkan juga generasi yang kreatif, inovatif, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran untuk menjaga bumi dan lingkungan tempat mereka hidup.
Pawai budaya tersebut akhirnya bukan sekadar iring-iringan peserta di jalanan desa, melainkan menjadi panggung edukasi yang mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk memanfaatkan kembali barang-barang yang selama ini dianggap tidak berguna.
Penulis : Red








