PROBOLINGGO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memperkuat sinergi dengan sektor swasta demi mempercepat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Langkah taktis ini diwujudkan melalui pembahasan draft Memorandum of Understanding (MoU) yang melibatkan sejumlah pimpinan perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Probolinggo pada Rabu (15/7/2026).
Agenda strategis yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Moh. Syarifuddin, serta perwakilan manajemen dari berbagai perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo, Saniwar, menegaskan bahwa pembahasan draft MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari transformasi dan komitmen nyata pemerintah daerah dalam merangkul dunia usaha.“Kegiatan ini merupakan pembahasan draft MoU dalam rangka transformasi percepatan pengurangan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Probolinggo melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan perusahaan-perusahaan swasta,” ujar Saniwar di sela-sela kegiatan.
Saniwar menambahkan, fokus utama pertemuan kali ini adalah menyusun formula dan langkah strategis bersama. Targetnya, perusahaan swasta dapat memberikan ruang yang lebih luas dan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
“Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat dan mempercepat upaya kita bersama dalam menurunkan angka pengangguran terbuka,” imbuhnya.
Berdasarkan data ketenagakerjaan tahun 2025, TPT di Kabupaten Probolinggo sebenarnya menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 2,92 persen. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di posisi 3 persen.Meski persentase tersebut menurun, Saniwar mengingatkan semua pihak agar tidak cepat berpuas diri.
Sebab, jika dikonversikan ke jumlah riil penduduk, angka 2,92 persen tersebut masih menyisakan sekitar 20 ribu warga Probolinggo yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka dan membutuhkan lapangan pekerjaan.“Walaupun secara persentase turun, jika melihat jumlah riil penduduk, masih ada sekitar 20 ribu warga kita yang belum bekerja. Karena itu, intervensi melalui kolaborasi dengan perusahaan swasta ini menjadi sangat krusial agar angka tersebut bisa kita tekan serendah mungkin,” pungkas Saniwar optimistis.







