Turun Langsung dan Gali Pengalaman Pasien, BPJS Puji Pelayanan JKN di RSUD Sumenep

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Usai menelusuri pelayanan JKN secara langsung, kebersamaan BPJS Kesehatan dan jajaran RSUD Sumenep terabadikan di depan IGD sebagai simbol sinergi menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Keterangan Foto: Usai menelusuri pelayanan JKN secara langsung, kebersamaan BPJS Kesehatan dan jajaran RSUD Sumenep terabadikan di depan IGD sebagai simbol sinergi menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat.

SUMENEP – Bukan sekadar datang, melihat, lalu pergi. Jajaran BPJS Kesehatan memilih turun langsung ke tengah denyut pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Alur pelayanan ditelusuri. Pasien ditemui. Pengalaman peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) digali secara langsung.

Dari penelusuran itulah, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang berjalan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, dr. Galih Anjung Sari, bersama Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sumenep, Sandi Eko Laksono, turun langsung melakukan penelusuran pelayanan, Rabu (19/8/2026).

Kedatangan mereka disambut ramah oleh Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep beserta jajaran manajemen dan petugas rumah sakit.

Suasana berlangsung hangat. Tidak ada sekat dalam komunikasi. Namun di balik suasana kekeluargaan itu, proses penelusuran berjalan serius. Setiap tahapan pelayanan menjadi perhatian, terutama bagaimana peserta JKN merasakan pelayanan secara langsung.

Bukan hanya melihat prosedur, BPJS ingin mengetahui cerita di balik pelayanan.

Sejumlah pasien peserta JKN diajak berdialog. Pengalaman mereka menjadi bagian penting dalam melihat apakah pelayanan yang tercatat dalam sistem benar-benar sejalan dengan yang dirasakan masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan yang lebih dekat dengan peserta. Sebab, angka dan laporan administratif hanya menunjukkan sebagian cerita. Pengalaman pasienlah yang memberikan gambaran tentang pelayanan dari sisi penerima manfaat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, melalui Kepala Seksi Informasi (Kasi Informasi), Erfin Sukayati, menyampaikan apresiasi atas langkah BPJS Kesehatan tersebut.

Menurutnya, penelusuran langsung menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka ruang evaluasi bersama.

“Pihak rumah sakit berharap sinergi dengan BPJS Kesehatan terus diperkuat. Masukan dari lapangan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik sesuai haknya sebagai peserta JKN,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, dr. Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa kedatangan pihaknya bukan sekadar agenda seremonial.

Ia ingin memastikan peserta JKN memperoleh pelayanan sesuai haknya.

“Kami ingin memastikan pelayanan yang diterima peserta benar-benar sesuai dengan haknya. Dengan melihat langsung proses pelayanan dan berbicara dengan peserta, kami bisa mendapatkan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi di lapangan,” tegasnya.

Bagi dr. Galih, setiap pengalaman peserta memiliki arti penting. Pelayanan yang sudah baik harus dipertahankan, sedangkan bagian yang masih membutuhkan pembenahan harus segera dievaluasi.

“Sinergi seperti ini penting. BPJS Kesehatan dan rumah sakit memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap keterbukaan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam menerima penelusuran dan evaluasi pelayanan.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sumenep, Sandi Eko Laksono.

Menurutnya, ukuran keberhasilan pelayanan bukan hanya terletak pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada pengalaman masyarakat ketika menerima pelayanan.

“Yang paling penting adalah pengalaman peserta. Karena itu kami perlu melihat langsung pelayanan di rumah sakit dan berbicara dengan peserta JKN. Dari sana kami bisa mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” katanya.

Sandi menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan kerja bersama. BPJS Kesehatan, rumah sakit, tenaga medis, dan seluruh petugas memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang optimal.

Ia berharap komunikasi antara BPJS Kesehatan dan RSUD Sumenep terus diperkuat sehingga setiap masukan dari lapangan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar menjadi bahan perbaikan.

“Jangan sampai peserta merasa sendirian ketika menghadapi kendala pelayanan. Kehadiran kami adalah untuk memastikan hak peserta terlindungi dan pelayanan JKN terus mengalami peningkatan,” pungkasnya.

Dari lorong pelayanan hingga ruang dialog dengan pasien, penelusuran itu membawa satu pesan penting: pelayanan kesehatan bukan sekadar tentang prosedur, tetapi tentang bagaimana masyarakat merasa dilayani.

Dan ketika BPJS turun langsung, melihat sendiri, serta mendengar pengalaman peserta, evaluasi pelayanan tidak lagi hanya berbicara tentang laporan di atas kertas.

Ia berbicara tentang manusia, tentang harapan pasien, dan tentang tanggung jawab bersama untuk menghadirkan pelayanan JKN yang semakin baik di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Penulis : Igsty

Berita Terkait

Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha
Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?
Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif
Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan
Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​
Suntikan Energi Baru Pelayanan Kesehatan, Dinkes Probolinggo Sambut 24 Dokter Internsip
Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Rabu, 30 September 2026 - 14:59 WIB

Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​

Berita Terbaru