SALATIGA – Organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges Semarang-Salatiga (YM S&S) menggelar agenda Gathering Executive & Syndicate di Joglo Amarta Sarirejo, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga, pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Pertemuan internal ini menjadi langkah konsolidasi strategis guna mematangkan persiapan deklarasi resmi organisasi di wilayah Salatiga dan Semarang.
Ketua YM S&S, Darisman, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa konsolidasi ini krusial untuk memastikan alur komunikasi di seluruh jajaran pengurus dan anggota berjalan lancar, baik dari aspek teknis maupun non-teknis. Hal ini dilakukan guna menjamin seluruh rangkaian acara deklarasi nantinya dapat terlaksana secara tertib, aman, dan kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi nama “Yakuza Maneges” yang kerap memicu beragam persepsi atau salah kaprah di tengah masyarakat, Darisman meluruskan bahwa lembaga yang dipimpin oleh Den Gus Thuba Topo Broto Maneges cucu ulama kharismatik Gus Miek Kediri murni bergerak di bidang sosial dan spiritual.
Dikatakannya, Organisasi ini dibentuk sebagai wadah pembinaan mental-spiritual sekaligus sarana dakwah bagi masyarakat yang hendak membenahi diri (muhasabah).
“Pendekatan yang kami gunakan adalah dakwah inklusif dan terbuka. Kami ingin merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya kelompok marginal, tanpa menghakimi,” tegas Darisman.
Sementara itu, Sekretaris YM S&S, Asrofi, SE. menjelaskan bahwa kegiatan gathering tersebut dihadiri lebih dari 40 orang yang terdiri dari jajaran pengurus eksekutif, anggota inti, hingga anggota sindikat. Agenda utama pertemuan berfokus pada pembagian tugas teknis pengurus serta pemetaan potensi penggalian dana organisasi.
Terkait koordinasi perizinan dan dukungan, Asrofi menegaskan bahwa komunikasi di jajaran pengurus telah dibangun jauh-jauh hari.
Melalui pertemuan ini, Yakuza Maneges S&S merumuskan lima poin penting yang menjadi pilar gerakan saat deklarasi mendatang:
* 1. Pengenalan Publik: Memperkenalkan Yakuza Maneges kepada publik sebagai organisasi persaudaraan, pembinaan karakter, dan pengabdian sosial yang positif, bermartabat, serta patuh hukum.
* 2. Penegakan Nilai Dasar: Meneguhkan nilai Humanity and Social Justice (kemanusiaan dan keadilan sosial) sebagai dasar gerakan dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok lemah, terzalimi, dan membutuhkan pendampingan.
* 3. Sinergi Lintas Sektor: Membangun kemitraan strategis antara Yakuza Maneges dengan pemerintah daerah, Forkopimda, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media massa, dunia usaha, hingga komunitas sosial.
* 4. Kepedulian Kolektif: Menumbuhkan semangat bersama agar berbagai elemen masyarakat dapat bergerak menjaga ketertiban sosial, memperkuat solidaritas, dan mendukung pembangunan daerah.
* 5. Ruang Silaturahmi Strategis: Menjadikan organisasi sebagai wadah komunikasi untuk memperluas jejaring kemitraan yang bermanfaat bagi masyarakat Salatiga dan Semarang.
Ketua Yakuza Maneges S&S juga menegaskan bahwa organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges bersifat non-partisan dan siap bersinergi dengan Pemkot Salatiga, Pemkab Semarang, TNI, Polri, lembaga hukum, media, serta ormas dan perguruan silat setempat.
Dengan mengusung semangat Humanity and Social Justice, Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga & Semarang Oktober 2026 mendatang, diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk menghadirkan gerakan sosial yang beretika, solutif, kolaboratif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
(Redaksi Yakuza Maneges Pusat)







