Usai Raih Peringkat Pertama MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep Pompa Semangat Jajaran: Ini Keberhasilan Kita Semua

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

SUMENEP, Detikzone.id — Untuk memompa semangat jajaran, setiap pemimpin memiliki pola tersendiri. Hal itu pula yang dilakukan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., saat memberikan arahan dalam apel bersama jajaran Bappeda, Rabu (9/9/2026).

Di hadapan Sekretaris Bappeda (Sekban), para Kepala Bidang, Pejabat Fungsional, Kasubbag dan seluruh keluarga besar Bappeda Sumenep, Arif menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran setelah Stan Bappeda berhasil meraih Peringkat Pertama Stand Terbaik Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026.

Arif mengawali arahannya dengan mengajak seluruh jajaran bersyukur atas kesehatan dan kesempatan sehingga dapat kembali melaksanakan apel bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Bappeda atas kerja keras dan kebersamaan dalam menyukseskan Pameran Pembangunan MNV 2026.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerja cerdas kita bersama, Stan Bappeda Kabupaten Sumenep berhasil meraih Peringkat Pertama Stand Terbaik MNV Tahun 2026,” ujar Arif.

Namun, Arif langsung menegaskan bahwa capaian tersebut bukan keberhasilan dirinya sebagai Kepala Bappeda, bukan keberhasilan satu bidang, dan bukan pula keberhasilan beberapa orang.

“Prestasi ini bukan keberhasilan Kepala Bappeda, bukan keberhasilan satu bidang, bukan pula keberhasilan beberapa orang saja. Ini adalah keberhasilan kita semua,” tegasnya.

Semua Memiliki Peran

Arif kemudian mengingatkan bahwa di balik capaian tersebut terdapat banyak orang dengan peran masing-masing.

Ada yang menyumbangkan gagasan, menyiapkan konsep, menata stan, menyiapkan data dan materi, menjaga serta melayani pengunjung, hingga mempersiapkan berbagai kegiatan dan perlombaan.

Bahkan, kata Arif, ada jajaran yang bekerja di belakang layar dan tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

“Semua memiliki peran. Semua memiliki kontribusi,” katanya.

Menurut Arif, keberhasilan besar hampir tidak pernah lahir dari kerja satu orang.

“Keberhasilan lahir ketika banyak tangan mau bekerja, banyak pikiran mau berkontribusi, dan banyak ego mau diturunkan untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Karena itu, ia memberikan penghargaan khusus kepada seluruh staf Bappeda, terutama tim yang sejak awal bekerja lebih intensif dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan baik.

Peringkat Pertama Bukan Tujuan Akhir

Meski bangga dengan capaian tersebut, Arif menegaskan bahwa Peringkat Pertama bukan tujuan akhir.

“Bagi saya, Peringkat Pertama ini bukanlah tujuan akhir,” katanya.

Menurutnya, piala dan penghargaan memang membanggakan. Namun, ada hal yang jauh lebih penting, yakni tumbuhnya rasa memiliki, kebersamaan, kekompakan dan kebanggaan terhadap Bappeda sebagai rumah bersama.

Ia meminta semangat tersebut tidak berhenti setelah Pameran Pembangunan MNV 2026 berakhir.

“Kalau dalam mempersiapkan sebuah stan kita mampu bersatu, saling membantu dan bekerja tanpa terlalu menghitung siapa mengerjakan apa, maka semangat yang sama harus kita hadirkan dalam menjalankan tugas-tugas perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Jangan Kompak Hanya Saat Ada Perlombaan

Arif mengingatkan jajaran agar kekompakan yang muncul selama MNV 2026 menjadi budaya dalam pekerjaan sehari-hari.

“Jangan sampai kita kompak hanya ketika ada perlombaan,” pesannya.

Ia meminta seluruh jajaran tetap kompak ketika menyusun perencanaan, menghadapi persoalan, ketika pekerjaan sedang banyak, maupun saat ada rekan yang membutuhkan bantuan.

“Dan yang paling penting, kompak dalam menjaga nama baik dan marwah Bappeda,” tegasnya.

Arif kembali menekankan bahwa Bappeda tidak dibangun oleh satu orang.

“Karena Bappeda tidak dibangun oleh satu orang. Bappeda dibangun oleh kita semua,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil apabila dilakukan untuk kepentingan organisasi. Begitu pula jabatan tidak boleh menjadi ukuran bahwa seseorang lebih penting daripada yang lain.

“Setiap unsur memiliki peran dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.

Tim Hebat Bisa Hasilkan Lebih Besar

Arif mengaku selalu percaya bahwa orang-orang hebat dapat menghasilkan pekerjaan yang baik. Namun, kekuatan sebuah organisasi akan jauh lebih besar ketika orang-orang tersebut mampu bekerja sebagai sebuah tim.

“Orang-orang hebat bisa menghasilkan pekerjaan yang baik. Tetapi tim yang hebat dapat menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak cepat puas dengan penghargaan yang telah diraih.

Sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih kreatif, inovatif, solid dan memberikan manfaat lebih besar.

“Mari kita jadikan budaya kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas sebagai karakter kita,” pesannya.

Kekurangan dan Persoalan Diselesaikan Bersama

Dalam arahannya, Arif juga mengajak seluruh jajaran membangun budaya saling membantu dan tidak saling menjatuhkan.

“Kalau ada kekurangan, kita perbaiki bersama. Kalau ada persoalan, kita selesaikan bersama. Kalau ada keberhasilan, kita syukuri bersama. Dan kalau ada penghargaan, kita nikmati sebagai kebanggaan bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar keberhasilan seseorang tidak dianggap sebagai ancaman oleh rekan lainnya.

“Jangan pernah merasa bahwa keberhasilan teman adalah ancaman bagi kita. Sebaliknya, keberhasilan satu orang harus menjadi kebanggaan bagi yang lain. Karena ketika salah satu dari kita tumbuh, organisasi juga ikut tumbuh,” ujar Arif.

Bappeda sebagai Rumah Besar

Arif juga mengingatkan bahwa tempat bekerja bukan sekadar tempat menjalankan kewajiban sebagai ASN.

Menurutnya, di Bappeda seluruh jajaran mengabdikan sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran untuk masyarakat serta daerah yang dicintai.

“Karena itu, mari kita jaga Bappeda ini sebagai rumah besar kita bersama,” katanya.

Ia meminta jajaran menjaga kekeluargaan, komunikasi, saling menghargai dan kekompakan.

“Dan jangan pernah kehilangan semangat untuk saling membantu,” imbuhnya.

Arif meyakini, ketika pekerjaan dilakukan dengan niat pengabdian, kebersamaan dan keikhlasan, hasil yang diperoleh bukan hanya prestasi, tetapi juga manfaat dan keberkahan.

Dari Pameran Menuju Pekerjaan Pembangunan

Sebelumnya, Stan Bappeda Sumenep berhasil meraih Peringkat Pertama Stand Terbaik Pameran Pembangunan MNV 2026. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (3/9/2026) malam di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Stan Bappeda mengusung konsep Pendopo dan Keraton Sumenep yang dipadukan dengan data pembangunan, program unggulan, inovasi dan berbagai kegiatan interaktif bagi masyarakat.

Konsep tersebut tidak hanya menampilkan identitas budaya lokal, tetapi juga memperkenalkan kepada masyarakat mengenai arah pembangunan serta proses perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep.

Capaian tersebut, menurut Arif, harus menjadi motivasi untuk membawa semangat kerja kolektif ke dalam tugas-tugas Bappeda selanjutnya.

“Peringkat Pertama Stand Terbaik MNV 2026 adalah milik kita semua,” tegasnya.

Arif meminta penghargaan tersebut tidak dijadikan sebagai puncak kebanggaan, melainkan titik awal untuk membuktikan bahwa kekompakan yang sama mampu melahirkan prestasi-prestasi yang lebih besar dalam perencanaan dan pembangunan Kabupaten Sumenep.

“Mari terus bergerak bersama. Bukan siapa yang paling terlihat, tetapi siapa yang mau berkontribusi. Bukan siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kita menjadi hebat bersama. Bukan sekadar bekerja bersama, tetapi bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Bappeda dan Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia
Pesta Ratusan Juta Probolinggo SAE Carnival di Tengah Jeritan Gedung Rusak dan Tagihan LKS Siswa
BPBD Pemalang Libatkan Masyakarat Dalam Forum Konsultasi Publik Dorong Pelayanan Kebencanaan Semakin Optimal 
Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Kursi NasDem Banyak Kosong, 20 Anggota DPRD Sampang Tak Hadir Saat Bahas APBD
Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah, Serapan Tenaga Kerja Job Fair Probolinggo Masih “Gelap”
Kadisbudporapar Sumenep: Festival KEN Datangkan Efek Domino bagi Budaya dan Ekonomi Masyarakat
Kadisbudporapar Sumenep: Grup Tong-Tong se-Madura Diharapkan Terus Berkarya, Berinovasi dan Rawat Tradisi

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:21 WIB

Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia

Rabu, 9 September 2026 - 09:18 WIB

Pesta Ratusan Juta Probolinggo SAE Carnival di Tengah Jeritan Gedung Rusak dan Tagihan LKS Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 08:48 WIB

Usai Raih Peringkat Pertama MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep Pompa Semangat Jajaran: Ini Keberhasilan Kita Semua

Selasa, 8 September 2026 - 18:12 WIB

BPBD Pemalang Libatkan Masyakarat Dalam Forum Konsultasi Publik Dorong Pelayanan Kebencanaan Semakin Optimal 

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Berita Terbaru