Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Siswi SMP ketika mengikuti aksi bergizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Foto:Siswi SMP ketika mengikuti aksi bergizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO — Langkah besar memutus mata rantai stunting tidak dimulai dari ruang persalinan, melainkan dari bangku-bangku kelas sekolah menengah. Sadar akan titik awal yang krusial ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak taktis menyasar para remaja putri lewat gerakan atraktif bertajuk “Aksi Bergizi”.Senin pagi (7/9/2026).

Suasana di SMP Negeri 1 Besuk dan SMP Negeri 1 Wonomerto tampak berbeda. Ratusan siswi berkumpul, bukan sekadar untuk mendengarkan teori di papan tulis, melainkan untuk merayakan sebuah kebiasaan baru. Mereka membawa bekal, makan bersama dengan menu gizi seimbang, lalu serentak menelan sebutir Tablet Tambah Darah (TTD) sebuah ritual sederhana yang menjadi tameng utama mereka melawan anemia.

Dinkes Probolinggo tidak ingin sekadar menyuapi suplemen. Di balik riuhnya acara makan bersama, terselip edukasi mendalam yang menyentuh tiga pilar penting tumbuh kembang: gizi seimbang, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan jiwa. Remaja hari ini tidak hanya dituntut sehat secara fisik, tetapi juga kudu tangguh secara mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa investasi kesehatan terbaik sebuah daerah terletak pada bagaimana mereka menjaga remaja putrinya hari ini.

“Remaja putri adalah calon ibu masa depan. Melalui Aksi Bergizi ini, kami ingin menyalakan alarm kepedulian mereka. Yang kita bangun bukan cuma kesadaran fisik seperti makan bergizi, tetapi juga bagaimana mereka menjaga kesehatan reproduksi dan kestabilan jiwa. Keduanya harus berjalan beriringan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang produktif,” ujar Sri Wahyu dengan nada optimistis.

Ia juga menyoroti tantangan terbesar dalam program ini, yaitu konsistensi. Menelan TTD kerap dianggap beban oleh sebagian remaja. Oleh karena itu, pendekatan lewat sekolah diubah menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan, bukan pemaksaan medis.

“Tablet Tambah Darah itu bukan sekadar pelengkap seremonial saat ada petugas datang. Kami ingin ini jadi gaya hidup. Pencegahan anemia harus mutlak dilakukan sejak dini karena kesehatan mereka hari ini menentukan kualitas generasi Probolinggo di masa depan,” tegas Sri Wahyu.

Edukasi ini diharapkan tidak menguap begitu saja di gerbang sekolah. Dinkes berharap para siswi mampu menjadi ‘agen perubahan’ kecil di dalam keluarga dan lingkaran pergaulan mereka. Melalui Aksi Bergizi yang masif dan berkelanjutan ini, Kabupaten Probolinggo sedang menanam benih-benih kokoh demi mewujudkan mimpi besar melahirkan generasi masa depan yang cerdas, produktif, dan sepenuhnya bebas dari stunting.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan
Pemkot Probolinggo Cetak Wirausaha Muda Lewat Regenerasi Pembudidaya Ikan
Bukan Sekadar Kejar Piala, Tiga Inovasi Pemkot Probolinggo Diuji Nyali di Ajang Jatim JAWARA 2026
Menjemput Asa di Tengah Kekeringan: Saat Puluhan Ribu Liter Air Bersih Basahi Bumi Probolinggo
Disnaker Kabupaten Blitar Latih 25 Peserta Bikin Roti, Dorong Peluang Kerja dan Usaha Baru
Perkuat Spiritual Birokrasi, Bupati Sumenep Gaungkan Pembacaan 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Pemkot Probolinggo Cetak Wirausaha Muda Lewat Regenerasi Pembudidaya Ikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Bukan Sekadar Kejar Piala, Tiga Inovasi Pemkot Probolinggo Diuji Nyali di Ajang Jatim JAWARA 2026

Berita Terbaru