Petani Tembakau Blitar Diuntungkan: DBHCHT Biayai Pembangunan Jalan dan Irigasi

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Prasarana Pertanian Kab.Blitar  Masafii

Kepala Bidang Prasarana Pertanian Kab.Blitar Masafii

Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar kembali mengoptimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat sektor pertanian. Pada tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengarahkan dana ini untuk membangun dua infrastruktur penting: Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Irigasi Tersier (JIT).

Kedua program ini dipandang strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah penghasil tembakau.

Kepala Bidang Prasarana Pertanian, Masafii, menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 13 titik pembangunan yang tersebar di sejumlah kecamatan—6 titik untuk JUT dan 7 titik untuk JIT. Lokasi ditentukan berdasarkan keberadaan komoditas tembakau, sesuai dengan syarat utama penyaluran DBHCHT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kecamatan Selopuro masih menjadi sentra utama budidaya tembakau, diikuti oleh Talun, Kademangan, Panggungrejo, dan beberapa kecamatan lainnya,” ungkap Masafii, Jumat (2/5/2025).

Setiap titik pembangunan dialokasikan dana sekitar Rp150 hingga Rp200 juta. Matsafii menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran aktivitas petani di lapangan.

“JUT dibangun untuk memperbaiki jalur distribusi hasil tani, terutama di daerah pelosok. Jalan-jalan kecil yang sebelumnya sulit dilalui kini diperkeras agar bisa diakses kendaraan roda tiga seperti motor angkut atau mobil pick-up. Dengan ketebalan sekitar 15 cm, jalan ini tidak dirancang untuk kendaraan berat, namun cukup ideal untuk kebutuhan kelompok tani.

Sementara itu, pembangunan JIT difokuskan pada penguatan sistem pengairan langsung ke sawah. Dalam kondisi iklim yang semakin tidak menentu, irigasi tersier menjadi kunci menjaga stabilitas budidaya, tidak hanya untuk tembakau, tapi juga untuk padi dan jagung.

“Berbeda dengan irigasi sekunder yang dikelola oleh Dinas PUPR, jaringan tersier menyentuh langsung area pertanian. Ini akan sangat membantu petani menjaga kontinuitas air,” tambahnya.

“Masafii berharap program pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pertanian di Kabupaten Blitar secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peran aktif kelompok tani dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

“Fasilitas ini milik bersama. Harapannya, petani bisa menjaga dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.” (Adv/Kmf)

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB