Mojokerto – Sebanyak 25 guru SD kelas 4, 5, dan 6 dari berbagai sekolah di Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan pelatihan bertajuk “Penguatan Kompetensi Matematika untuk Menghindari Miskonsepsi dan Memperkuat Numerasi”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, di SDN Banjaragung 1 ini diselenggarakan oleh tim dosen Matematika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang terdiri atas Prof. Dr. Raden Sulaiman, M.Si., Dwi Nur Yunianti, S.Si., M.Sc., Annisa Rahmita Soemarsono, S.Si., M.Si., Dr. Nia Wahyu Damayanti, S.Pd., M.Pd., Novita Vindri Harini, M.Pd., Muhammad Husnul Khuluq, S.Mat, M.Mat, Ahmad Rohman Hakim, dan Muhammad Hendriyanto.
Kegiatan diawali dengan refleksi bersama tentang miskonsepsi yang sering ditemui dalam pembelajaran di kelas. Para guru berbagi pengalaman mengenai pemahaman keliru yang kerap muncul di kalangan siswa. Misalnya, dalam pembelajaran bilangan, siswa sering bingung membedakan operasi yang melibatkan bilangan negatif seperti pada soal (-2) × 3 atau 3 – (-5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di topik geometri, miskonsepsi yang muncul antara lain: menyebut lingkaran memiliki titik sudut, mengira ada diagonal pada segitiga, atau tidak memahami banyak sisi dan titik sudut bangun datar atau bangun ruang dengan benar.
Miskonsepsi adalah pemahaman yang keliru terhadap suatu konsep yang bertahan lama dalam pikiran siswa. Hal ini bisa terjadi karena penjelasan guru yang kurang tepat, media pembelajaran yang tidak sesuai, atau kesalahan dari sumber belajar lainnya. Oleh karena itu, guru perlu membekali diri dengan pemahaman konsep yang benar dan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencegah timbulnya miskonsepsi.

Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Setelah mendapatkan materi, para guru tampak lebih percaya diri dan siap menerapkan pendekatan yang lebih konseptual dalam pembelajaran matematika.
Salah satu bahasan menarik yang juga disampaikan dalam kegiatan ini adalah terkait TKA (Tes Kemampuan Akademik), yang merupakan asesmen nasional untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan komprehensif, mengacu pada standar kurikulum nasional. TKA diperkenalkan melalui Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga forum berbagi yang menyenangkan. Diskusi berlangsung aktif, suasana penuh semangat, dan para guru saling menguatkan satu sama lain untuk terus belajar demi anak-anak di Kabupaten Mojokerto.
Penulis : Abd. Hamid








