LSM RATU Aksi Damai di Kejaksaan Negeri Kediri, Soroti Pungutan di Sekolah Negeri

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, 31 Juli 2025 — Suasana panas terasa di depan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Kamis siang. Puluhan massa dari LSM RATU (Rakyat Muda Bersatu) melakukan aksi damai menuntut penegakan hukum terkait dugaan pungutan liar di sejumlah sekolah negeri, khususnya di SMA Negeri 1 Ngadiluwih.

Aksi ini bukan sekadar rutinitas protes—ini adalah jeritan publik yang menuntut keadilan. Massa menuntut agar Kejaksaan Negeri tidak tinggal diam menghadapi praktik pungutan daftar ulang, pembelian seragam, dan buku LKS yang dibebankan kepada siswa. “Jangan-jangan ada permainan antara kepala sekolah, cabang dinas pendidikan, dan oknum penegak hukum,” tegas Ketua Umum LSM RATU, Saiful Iskak, saat berorasi

Menurut Saiful, laporan resmi atas temuan di SMA Negeri 1 Ngadiluwih telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri sejak hari Senin. Namun hingga hari aksi digelar, belum ada respon tegas dari pihak kejaksaan. “Kami ini kontrol sosial. Kami berdiri atas nama keadilan. Kalau sekolah negeri masih memungut biaya seenaknya, lalu pendidikan gratis itu mitos?” ujarnya lantang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orasi juga disampaikan oleh aktivis muda Tomi Ariwibowo yang menyoroti minimnya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah. Ia menuntut agar Kepala Kejaksaan Negeri dan Kasi Pidsus memanggil seluruh kepala sekolah yang terlibat, karena pungutan seperti pembelian seragam dan LKS seringkali tak disertai bukti kwitansi. “Kalau tidak ada tindakan, kami akan turun lagi ke jalan dengan massa yang lebih besar!” ancam Tomi.

Massa tampak membawa poster-poster bertuliskan “Sekolah Negeri Bukan Lembaga Bisnis!” dan “Kejaksaan Harus Bersih, Bukan Tutup Mata!”. Mereka berdiri kokoh di bawah terik matahari, menuntut kejelasan dan keadilan yang tak kunjung tiba. Sayangnya, hingga aksi berakhir, Kepala Kejaksaan Negeri tak kunjung menemui massa.

Aksi damai kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat Gus Tofa. Dalam doanya, ia memohon agar kebenaran dan keadilan ditegakkan di bumi Kediri, dan agar aparat hukum tidak berpaling dari jeritan rakyat kecil. “Kami percaya hukum masih ada. Tapi kalau hukum diam, rakyat akan bersuara lebih keras,” ucap Gus Tofa.

Situasi berjalan kondusif, namun pesan yang dibawa para demonstran begitu menggugah: sekolah negeri harus kembali pada marwahnya—memberikan pendidikan gratis, tanpa pungutan yang membebani rakyat. Publik menanti keberanian Kejaksaan Negeri untuk bertindak objektif dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.Kursus online terbaik

Dengan sorotan publik yang semakin tajam, semua mata kini tertuju pada langkah Kejari Kediri. Apakah mereka akan berani menindak, atau justru menjadi bagian dari pembiaran sistemik yang menyakiti dunia pendidikan? Waktu akan menjawabnya.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru