Pokmas Nakula Bantah Isu Jual Mobil Hibah, Tegaskan Kendaraan Digunakan Sesuai Proposal

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Kediri, Detikzone.id — Publik sempat dihebohkan dengan beredarnya isu bahwa kendaraan operasional milik Kelompok Masyarakat (Pokmas) Nakula, Kelurahan Mojoroto, yang diperoleh melalui hibah program DPRD Kota Kediri, dijual secara diam-diam. Namun, isu tersebut segera dibantah secara resmi oleh pihak Pokmas, pada Rabu (6/8/2025).

Dalam pernyataannya kepada jurnalis media Detikzone, Kepala Bidang P3KUM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Sony Hermawan, SE., menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus melakukan proses monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap keberadaan dan pemanfaatan kendaraan hibah tersebut.

“Untuk mobil, pagi ini, Ketua Pokmas dan pengurus lainnya sudah datang ke kantor dinas dan menunjukkan langsung bahwa kendaraan masih ada dan tidak dijual,” ujar Sony.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut kata dia, dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengurus hadir ke kantor dinas, termasuk Ketua, Sekretaris, dan penerima manfaat, untuk membuktikan keberadaan unit kendaraan Mitsubishi Xpander bernomor polisi AG 1137 CU.

Sementara itu, Ketua Pokmas Nakula, Andi Supriadi, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa kendaraan hibah masih utuh dan keberadaannya sesuai dengan peruntukan yang tertuang dalam proposal.

“Saya ingin mengonfirmasi bahwa unit Expander masih ada, tidak dijual. Saya juga sudah menghadap langsung ke Dinas Koperasi Kota Kediri,” tegas Andi.

Menurutnya, kendaraan tersebut dimanfaatkan melalui skema kerja sama rental atau carteran, yang telah disepakati bersama oleh pengurus Pokmas.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan fungsi kendaraan operasional sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Mobil digunakan untuk rental dan carteran, sesuai proposal yang diajukan. Harapannya, penerima manfaat maupun warga sekitar bisa memperbaiki kondisi ekonominya,” tambah Andi.

Dengan klarifikasi ini, Pokmas Nakula berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat dan proses evaluasi dari pihak terkait dapat berjalan secara obyektif dan transparan.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB