MU vs Persis Solo Ricuh, Polres Pamekasan Amankan Provokator Mabuk

Minggu, 10 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Kepolisian Resor Pamekasan mengambil tindakan cepat dengan mengamankan satu orang  provokator mabuk yang diduga merupakan suporter fanatik Persis Solo dalam insiden kericuhan yang terjadi di tribun Ekonomi Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu malam (9/8/2025).

Kericuhan meletus saat laga sengit antara MU melawan Persis Solo, tepat ketika Persis Solo berhasil unggul 2-0.

Suporter Persis Solo dilaporkan memancing emosi dengan mengejek pendukung MU, yang kemudian berujung pada saling lempar botol minuman dari kedua kubu suporter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi dari petugas menyebutkan, sejumlah suporter Persis Solo memasuki tribun dalam keadaan mabuk akibat konsumsi minuman keras, yang memicu ketegangan dan kekacauan.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto bersama jajaran PJU dan anggota gabungan Polres serta BKO Polda Jawa Timur segera turun langsung ke tribun untuk meredam kerusuhan dan membubarkan kerumunan.

“Meski sempat mendapat perlawanan dari kedua kubu suporter, Alhamdulillah situasi berhasil dikendalikan dan kericuhan dapat dihentikan,” ujar AKP Jupriadi, Kasihumas Polres Pamekasan.

Petugas mengamankan seorang pria berinisial EWP (20), warga Desa Ngabean, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang diduga menjadi provokator.

Dari hasil pemeriksaan, EWP bukanlah suporter resmi Persis Solo dan diduga terlibat dalam kericuhan dalam keadaan mabuk akibat minuman keras beralkohol jenis CIU.

AKP Jupriadi mengimbau masyarakat dan para suporter untuk tidak mudah terprovokasi dan menjaga ketertiban demi keamanan bersama.

“Kami akan menindak tegas siapapun yang terbukti mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahaya konsumsi alkohol yang dapat memicu agresivitas dan membuat pikiran tidak terkendali.

Menurutnya, sesuai ajaran Islam, minuman keras (khamr) diharamkan karena merusak akal dan menimbulkan dampak negatif, termasuk kemaksiatan.

Kabupaten Pamekasan, yang dikenal sebagai “Bumi Gerbang Salam”, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya, serta mengajak masyarakat menjauhi minuman keras demi menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial.

Penulis : AN

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru